Gapki:Minyak Sawit Mahal, Permintaan Ekspor Datar

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 17 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Menapaki 2021, meski masih ada pandemi COVID-19, harga minyak sawit global, justru naik. Kabar buruknya, karena mahal, sejumlah negara pengimpor minyak sawit malah menahan belanja.

Dari rilis Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesis (Gapki), harga rata-rata minyak sawit pada Februari 2021, US$1.085/ton CIF Rotterdam. Atau naik US$ 60 dibandingkan harga Januari yang merupakan capaian tertinggi dalam 6 tahun terakhir.

"Harga yang tinggi disebabkan oleh produksi minyak nabati yang rendah ditambah dengan produksi biodiesel yang meningkat karena komitmen pemerintah antara lain Indonesia, USA, Brazil dan Jerman untuk terus mengimplementasikan program penggunaan biodiesel," papar Mukti Sardjono, Direktur Eksekutif Gapki, Jumat (16/4/2021)..

Dia bilang, Oil World memerkirakan, produksi biodiesel dunia pada 2021, mencapai 47,5 juta ton. Atau 2,2 juta ton lebih tinggi ketimbang 2020, dan 1,5 juta ton lebih tinggi dibanding 2019.

Dampak harga yang tinggi adalah negara pengimpor banyak menahan pembeliannya yang menyebabkan ekspor menurun. Ekspor minyak sawit Indonesia pada bulan Februari 2021 diperkirakan sekitar 1.994 ribu ton, 867 ribu ton (-30%) lebih rendah dari bulan lalu. "Demikian pula nilai ekspor minyak sawit diperkirakan sekitar US$2 juta,
US$ 600 juta (-23%) lebih rendah dari bulan lalu," beber Mukti.

Produksi minyak sawit Februari 2021, lanjutnya, mengalami penurunan sekitar 10% dari bulan Januari yang merupakan faktor musiman (seasonality), sedangkan apabila dibandingkan dengan tahun 2020, produksi Februari 2021 lebih rendah 6% dari Februari 2020.

Lalu bagaimana dengan konsumsi dalam negeri? Mukti bilang, konsumsi Februari 2021 naik 5,5% ketimbang Januari 2021, menjadi 1.600 ribu ton. Untuk pangan naik 4,2% menjadi 795 ribu ton, biodiesel naik 9,6% menjadi 631 ribu ton sedangkan oleokimia turun 2,2% menjadi 174 ribu ton. "Kenaikan konsumsi dalam negeri disebabkan adanya pelonggaran PSBB," pungkasnya.[tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA