Virtual Hub Bantu Kerja Solusi untuk Kerja Magang

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 17 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - PT Matata Edu Inovasi menghadirkan virtual hub Bantu Kerja untuk membantu mempertemukan calon pemagang dengan pemberi magang.

Founder Matatacorp, Holding Company PT Matata Edu Inovasi Enrico mengatakan kualitas pekerja magang rata-rata tidak dilengkapi dengan kemampuan dasar yang dibutuhkan dalam menjalankan pekerjaan sehari-hari.

Kemampuan yang dimaksud bukanlah kemampuan teknis atau teoritis, melainkan justru merujuk pada soft skills yang lebih mendasar lagi yaitu berinteraksi, berkomunikasi, sekaligus kemampuan menempatkan diri di tengah dunia kerja yang notabene berbeda dengan dunia sekolah atau kuliah.

"Hal-hal seperti itu, yang tak pernah menjadi masalah alias sudah purna di negara seperti Inggris, atau sebagian besar negara Eropa dan Asia lain," ujarnya.

Menanggapi hal ini, Tari Sandjojo, psikolog dan pendidik yang saat ini memimpin tim Matata Edu Inovasi gap itu ada sebagai akibat dari ketidakluwesan kurikulum dalam merespons kebutuhan dari industri penyerap tenaga kerja.

"Siswa-siswa itu akan lebih senang dan terpacu untuk belajar jika diterjunkan langsung ke dalam situasi sebenarnya. Setelah itu barulah para pendidik bisa berperan membuat kurikulum demi mengisi kekurangan-kekurangan sesuai dengan permasalahan yang sedang dialami. Idenya adalah menjembatani kebutuhan industri dengan ekspektasi dari pemagang," katanya.

Biarpun sudah dirancang jauh sejak sebelum masa pandemi, justru kondisi inilah yang ikut mendorong urgensi adanya platform seperti Bantu Kerja di mata para mitra, baik industri maupun sekolah.

"Memasuki Mei 2020 lalu, terasa sekali lonjakan user-nya. Lalu semakin ke sini, kami juga makin mudah untuk mencari mitra industri pemberi proyek magang. Seiring dengan banyaknya perusahaan, terutama di level small medium enterprise yang terpaksa merumahkan karyawannya tapi load pekerjaan tak berkurang," terang Tari.

Pada 2017, kiprah Bantu Kerja menarik perhatian Education Development Center Indonesia, sebuah lembaga nirlaba yang fokus pada pengembangan sistem dan pola pendidikan di Indonesia. Mereka lantas menjadikan PT Matata Edu Inovasi sebagai mitra implementasi dengan platform Bantu Kerja sebagai basis implementasi program AWARE (Accelerated Work Achievement and Readiness for Employment) batch 2 dengan nama Bengkel Digital. Kerjasama ini berlanjut di batch 3 dengan mengusung nama Kelas Industri yang berlangsung mulai 2020 lalu hingga 2022 nanti. Kelas Industri ini dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan pada tanggal 31 Maret 2021 lalu.

"Kami sangat antusias dengan kerja sama ini. Karena ini bisa menjadi masukan berharga bagi kami demi pengembangan Bantu Kerja ke depan. Seperti layaknya produk teknologi umumnya, perkembangan Bantu Kerja harus dilandasi oleh user experience dan journey. Tentunya agar lebih bisa menjawab persoalan dengan lebih tepat sasaran. Karena bagi kami di Matata, itulah fungsi mendasar dari teknologi," tandasnya. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA