Soal Kebocoran Data Pertamina

DPR Minta Menteri BUMN Erick Thohir Bersikap

IN
Oleh inilahcom
Rabu 21 April 2021
share
Menteri BUMN Erick Thohir - Foto Istimewa

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Demokrat Herman Khaeron menyoroti persoalan data PT Pertamina (Persero) yang diretas dan bocor beberapa waktu lalu. Menurutnya Menteri BUMN Erick Thohir harus memerhatikan kejadian ini agar tidak terulang kembali.

"Ya tentu menteri harus mengeluarkan kebijakan tertentu," kata Herman, Rabu (21/4/2021).

Pada pertengahan Maret lalu, data internal PT Pertamina EP berhasil dibobol Hacker. Data itu kemudian diunggah ke situs dark web. RansomEXX adalah pihak yang mengklaim melakukan pembobolan data tersebut. Informasi ini pertama kali diunggah oleh akun twitter Data Tracer. Peretasan data itu dipublikasikan pada 19 Maret 2021 dan berukuran 430,6 MB.

"Geng RansomEXX mengklaim telah meretas perusahaan minyak dan gas alam milik negara Indonesia dan membocorkan data internal ke DarkWeb," cuit @darktracer_int

Akun twit itu juga menyebutkan, selain Pertamina, ada 26 korban yang dicuri datanya oleh para hacker. 26 korban itu adalah perusahaan-perusahaan di sektor yang sama seperti PT Pertamina EP.

"Di antara korban yang data internalnya dibocorkan ke #DarkWeb oleh geng #ransomware, ada 26 korban di sektor Pertambangan, Minyak, Gas," ungkapnya.


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA