Dari Hasil Tes Rekrutmen, Penyidik SRP Mengagumkan

IN
Oleh inilahcom
Jumat 23 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri meminta maaf atas perilaku penyidiknya yang diduga memeras Walikota Tanjungbalai M. Syahrial.

Firli menjelaskan, dari segi tes rekrutmen, penyidik Stepanus Robin Pattuju (SRP) mendapat nilai baik, bahkan diatas rata-rata.

"Hasil tesnya menunjukkan sebagai berikut potensi diatas rata-rata diatas 100% yaitu diangka 111,41%. Hasil tes kompetensi diatas 91,89%," ujar Firli dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/4/2021) malam.

"Tidak ada keraguan bagi yang bersangkutan artinya sistem rekrutmen sangat bagus, kenapa saya katakan demikian menurut penjelasan biro SDM saudara SRP masuk KPK tanggal 1 April 2019," imbuhnya.

Atas penilaian tersebut, Firli menilai proses rekrutmen dari Stepanus tidak ada masalah. Namun, dirinya meyakini ada faktor lain yang membuat Stepanus menerima suap dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

"Artinya secara persyaratan mekanis rekrutmen tidak masalah, tetapi kenapa terjadi saya pernah sampaikan kepada rekan-rekan semua bahwa korupsi terjadi karena rendahnya dan berkurangnya integritas. Itulah yang harus kita jaga bagaimana kita harus membuat integritas ada di hati," tegasnya.

Dalam kasus ini, KPK menjerat Stepanus Robin, Syahrial, dan Maskur sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di KPK. Atas perbuatannya, Robin dan Maskur dijerat sebagai tersangka penerima suap, sementara Syahrial pemberi suap.

Robin dan Maskur disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan Pasal 12B UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Syahrial disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 UU No. 20 sebagaimana yang telah diubah dan ditambah UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA