Kata MAKI, Aziz Syamsuddin Bisa Terjerat Pasal 21

IN
Oleh inilahcom
Jumat 23 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan ketelibatan Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin dalam kasua dugaan suap penanganan perkara di Kota Tanjungbalai.

Nama politikus Golkar itu terseret dalam kasus suap senilai Rp 1,3 miliar kepada penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dari Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial (MS).

"Tantangan bagi KPK untuk membuktikan (keterlibatan Aziz Syamsuddin). Sehingga bisa dikenakan Pasal 21 maupun Pasal 15," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dikonfirmasi, Jumat (23/4/2021).

Boyamin menjelaskan, pekerjaan rumah KPK untuk membuktikan keterlibatan Aziz Syamsuddin dalam perkara ini. Dia menyebut, jika Aziz dijerat dengan Pasal 21 menghalangi penegakan hukum obstuction of justice maupun Pasal 15 tentang pemufakatan jahat, KPK harus bisa mengkonstruksikan dugaan keterlibatan Wakil Ketua DPR RI itu.

"Prinsipnya ini kalau dari sisi maksimalnya begitu, bentuknya harus dikonstruksikan bahwa pertemuan itu diinisiasi Aziz Syamsuddin. Terus kemudian juga ada permintaan kepada SR untuk membantu MS," ungkap Boyamin.

Pegiat antikorupsi ini menyebut, tantangan bagi KPK untuk bisa membuktikan keterlibatan Aziz. Tetapi Boyamin juga mengedepankan azas praduga tidak bersalah.

"Azas praduga tidak bersalah itu masih dugaan-dugaan. Bisa saja tidak tahu apa-apa dan tidak ngerti prosesnya, kebetulan yang dipakai rumahnya atau SR kenal ajudan Aziz Syamsuddin melakukan pertemuan disitu, tanpa sepengetahuan Aziz," tandas Boyamin.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA