Data Dibobol, DPR Ingatkan Pertamina Saol Ini...

IN
Oleh inilahcom
Senin 26 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pada pertengahan Maret lalu, data internal PT Pertamina EP berhasil dibobol Hacker. Data itu kemudian diunggah ke situs dark web. RansomEXX adalah pihak yang mengklaim melakukan pembobolan data tersebut.

Informasi ini pertama kali diunggah oleh akun twitter Data Tracer. Peretasan data itu dipublikasikan pada 19 Maret 2021 dan berukuran 430,6 MB.

"Geng RansomEXX mengklaim telah meretas perusahaan minyak dan gas alam milik negara Indonesia dan membocorkan data internal ke DarkWeb," cuit @darktracer_int

Akun twit itu juga menyebutkan, selain Pertamina, ada 26 korban yang dicuri datanya oleh para hacker. 26 korban itu adalah perusahaan-perusahaan di sektor yang sama seperti PT Pertamina EP.

"Di antara korban yang data internalnya dibocorkan ke #DarkWeb oleh geng #ransomware, ada 26 korban di sektor Pertambangan, Minyak, Gas," ungkapnya.

Hal itu menjadi perhatian dari anggota DPR RI Deddy Sitorus. Anggota dewan dari dapil Kalimantan Utara ini mewanti-wanti bahwa IT jangan dilihat sebagai proyek yang terpisah-pisah.

"Saya mendorong agar sistem IT Pertamina benar-benar terintegrasi untuk efisiensi dan keamanan. Sehingga IT jangan dilihat sebagai proyek yang terpisah-pisah," kata Deddy, Senin (26/4/2021).

Hal itu diamini oleh anggota DPR RI lainnya, Herman Khaeron. Ia melihat bahwa hampir di semua lembaga di Indonesia, perlindungan terhadap data lemah. Ia meminta Pertamina untuk serius membenahi persoalan ini.

"Untuk BUMN yang strategis dan vital harus meningkatkan proteksi data dari kemungkinan heker, dan tentu menjaga agar kerahasiahaanya terjaga," ungkapnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA