Demi Pemulihan Ekonomi, BC Dukung Pembangunan KIHT

IN
Oleh inilahcom
Kamis 29 April 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Sejalan tugas dan fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance, Bea Cukai meningkatkan kepatuhan pelaku usaha barang kena cukai, khususnya hasil tembakau berupa rokok.

Salah satu upaya yang dijalankan oleh Bea Cukai adalah mendorong optimalisasi kinerja Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) dari berbagai daerah.

Pada kesempatan ini, Bea Cukai (BC) Pare-pare Kepala Kantor Bea Cukai Pare-pare, Nugroho Wigijarto, mengunjungi Dinas Perekonomian Pembangunan dan SDA, Disperindag Koperasi dan UKM, serta Dinas Penanaman Modal Kabupaten Soppeng untuk membahas lebih lanjut tentang pengembangan KIHT melalui program pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau."Bea Cukai akan terus mendampingi pelaku usaha hasil tembakau di Soppeng, dengan rutin melakukan monitoring dan asistensi agar dapat mengembangkan KIHT juga tentunya," ungkap Nugroho.

Sementara itu, untuk mengembangkan potensi Kabupaten Temanggung sebagai salah satu daerah penghasil tembakau terbaik di Indonesia, Bea Cukai Magelang menggandeng Pemkab Temanggung untuk berkoordinasi tentang pembentukan KIHT pada Senin (26/04).

Masrik Amin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Temanggung menjelaskan bahwa pada tahun 2021, anggaran DBHCHT Kabupaten Temanggung untuk penegakan hukum sekitar Rp 8 milyar. Sebagian besar dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membangun KIHT, mulai dari kajian sampai pengadaan lahan. Selebihnya dianggarkan untuk kegiatan edukasi masyarakat lewat sosialisasi, dan juga untuk kegiatan operasi pasar bersama dan pemberantasan rokok ilegal bersama Bea Cukai Magelang.

"Semoga dengan alokasi dana untuk pembentukan KIHT di Temanggung, akan melahirkan pengusaha di bidang cukai yang patuh, mengurangi beredarnya rokok ilegal, dan tentunya mendorong pemulihan ekonomi bagi Kabupaten Temanggung," pungkas Heru Prayitno, Kepala Kantor Bea Cukai Magelang. [adv]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA