Sidang Bansos Covid19

Pegawai Kemensos Akui Diajak Karaoke di Club Raia

IN
Oleh inilahcom
Senin 03 Mei 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Tim teknis pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19, Robin Saputra mengakui pernah karaoke dengan mantan pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso di Raia di SCBD, Jakarta Selatan.

"Seperti yang dijelaskan sebelumnya pak yang untuk karaoke itu, ke Raia (bersama Matheus Joko Santoso dan Sanjaya)," kata Robin saat bersaksi dalam sidang dugaan suap pengadaan bansos Covid-19 di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (3/5/2021).

Hal ini ditanyakan jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikhsan Fernandi. Mendengar pernyataan Robin tersebut, lantas Jaksa menelisik soal kegiatan karaoke di club Raia.

"Terkait apa? Kapasitas apa? Kegiatan apa?," telisik Jaksa Ikhsan.

"Untuk hiburan karena bekerja pak," jawab Robin.

"Karena lelah, bagian dari uang lelah tadi kali. Memang kerja sampai jamber?," cecar Jaksa Ikhsan.

"Pagi sampai malam," singkat Robin.

Robin pun mengakui, salah seorang penyedia paket bansos, yang juga diduga penyuap mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara, Harry Van Sidabukke pernah ikut dalam kegiatan karaoke tersebut.

"Salah satu penyedia pernah ikut?," tanya Jaksa Ikhsan.

"Harry," ucap Robin.

"Berapa kali?," telisik Jaksa.

"Saya tidak ingat, tapi seingat saya 4 kali," ungkap Robin.

Dalam dakwaan Jaksa, Robin juga diduga turut menerima uang senilai Rp 200 juta. Dia mengklaim, uang itu akan diserahkan ke KPK karena bagian dari gratifikasi.

Dalam persidangan ini, mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono didakwa menjadi perantara suap kepada mantan Mensos Juliari Peter Batubara. Juliari diduga menerima suap senilai Rp 32,48 miliar terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan pandemi Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020.

Juliari dinilai memotong Rp 10 ribu dari setiap paket pengadaan bansos.

Adapun rincian uang yang diterima Juliari melalui Adi Wahyono dan Matheus Joko yakni, berasal dari konsultan Hukum Harry Van Sidabukke, senilai Rp 1,28 miliar.

Kemudian dari Presiden Direktur PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja, sejumlah Rp 1,95 miliar, serta sebesar Rp 29 miliar berasal dari para pengusaha penyedia barang lainnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA