LQ Law Firm Ragukan Status Advokat Natalia Rusli

IN
Oleh inilahcom
Selasa 04 Mei 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - LQ Indonesia Law Firm mempertanyakan status Natalia Rusli, sebagai advokat. Hal seusai pihaknya menelusuri profil Natalia.

"Natalia Rusli mengaku advokat dan menjanjikan jasa hukum di bulan April dan Mei 2020. Namun setelah ditelusuri, Natalia Rusli baru dilantik pengadilan tinggi di September 2020," ujar Kepala Humas dan Media LQ Indonesia Law Firm, Sugi, dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).

Jasa hukum yang dimaksud ialah yang pernah diberikan kepada dua nasabah Koperasi Simpan-Pinjam (KSP) Indosurya Cipta, M dan VS. Melalui advokat LQ Alvin Lim, keduanya lalu melaporkan Natalia dan pihak terkait lainnya ke Polda Metro Jaya, terkait dugaan penipuan.

"Jadi ketika menerima uang dan tanda tangan surat kuasa belum menjadi advokat, di sini merupakan dugaan rangkain kata-kata bohong agar korban menyerahkan uang," jelas Sugi.

LQ juga mempertanyakan ijazah sarjana hukum (SH) yang dipakai Natalia. Hal ini juga, disebut Sugi sempat dipersoalkan Persatuan Advokat Indonesia (Peradin), selaku pihak yang mengangkat Natalia sebagai advokat.

"Kami mendapatkan info, berdasarkan penelusuran kepada Ketua Umum Peradin Ropaun Rambe, Ropaun mengatakan Peradin sudah meminta pertanggungjawaban kepada Natalia Rusli atas legalitas Ijazahnya. Namun Natalia Rusli malah mengundurkan diri," beber Sugi.

Keterangan dari Peradin pusat, lanjut dia bahwa Natalia Rusli awalnya diadukan oleh sejumlah korban Indosurya. Mereka pun melakukan pengecekan di sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti). Hasilnya, klaim Sugi diketahui ijazah Natalia Rusli tidak terdaftar.


"Lalu para korban itu membuat aduan etik ke Peradin agar Natalia Rusli diperiksa atas dugaan advokat bodong dimana Peradin pusat memanggil Natalia untuk memberikan klarifikasi dan menyerahkan bukti legalitas ijazahnya. Natalia Rusli bukannya menyerahkan bukti legalitas malah mengundurkan diri untuk menghindari aduan etik Peradin," urainya.


Sementara itu, menurut Ketua Harian LSM Sikat Mafia, Bambang Hartono, pihaknya turut melakukan penelusuran terhadap perguruan tinggi yang disebut mengeluarkan ijazah sarjana hukum Natalia Rusli, Universitas Timbul Nusantara-IBEK.


"Namun satpam IBEK mengatakan universitas tersebut sudah tutup dari tahun 2019. Tidak ada kegiatan belajar-mengajar di lokasi," kata Bambang yang merupakan doktor hukum ini.



Selain itu, Bambang juga melakukan pengecekan melalui situs
https://forlap.kemdikbud.go.id/mahasiswa.

"Ketika dimasukkan nama mahasiswa dan nama universitas, tidak muncul data Natalia Rusli, yang berarti nama Natalia Rusli tidak terdaftar di Dikti di universitas tersebut. Apabila terbukti ijazah yang digunakan untuk mendaftar BAS (berita acara sumpah advokat), palsu/tidak terdaftar, maka Natalia Rusli bukan hanya merusak Institusi advokat namun melecehkan marwah institusi pengadilan tinggi yang melantik Natalia Rusli," pungkasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA