Bea Cukai Terus Gali Potensi Ekspor di Daerah

IN
Oleh inilahcom
Rabu 05 Mei 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Bea Cukai terus berupaya tingkatkan potensi ekspor bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Bea Cukai tidak lupa menggandeng pemerintah daerah, karena tentunya diperlukan koordinasi yang yang baik dari semua pihak untuk membenahi faktor-faktor yang akan meningkatkan produk ekspor Indonesia.

Plt Kasubdit Komunikasi dan Publikasi Bea Cukai, M. Hatta Wardhana, mengatakan kantor pelayanan Bea Cukai di berbagai daerah terus kunjungi dan bantu para pelaku UMKM untuk meningkatkan ekspornya.

Selasa (04/05/2021), Bea Cukai Ambon dan Pemprov Maluku tempuh jarak 164 km dan seberangi lautan selama 8 jam guna kunjungi dan berikan asistensi terhadap potensi ekspor di Pulau Seram yaitu UKM Sawa Waraka dan UKM Wotai Coconut. UKM Sawa Waraka adalah UKM yang bergerak di dibidang produksi mie sagu, tepung sagu, dan beras sagu. Sementara UKM Wotai Coconut bergerak dibidang pengolahan air kelapa menjadi produk jadi berupa virgin coconut oil (VCO), wotay coco, minyak air kelapa, hand body, dan es lilin.

Hatta mengatakan, selain dengan Pemprov Maluku, upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, Bea Cukai juga berkoordinasi dengan Pemkab Bengkayang dalam memfasilitasi dan mendukung UMKM di wilayah Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat tepatnya di Kecamatan Sungai Raya.

"Di Kecamatan Sungai Raya, didapati beberapa potensi ekspor seperti UKM Manisan dan Sambal, yang tentunya berpeluang untuk membesarkan usahanya hingga menembus pasar ekspor. Namun masih ditemukan beberapa kendala yang mereka hadapi sehingga dibutuhkan bantuan dari beberapa pihak terkait untuk mengatasi masalah tersebut," ujar Hatta.

Tidak hanya di Bengkayang, Berkolaborasi dengan Disperindag Kota Singkawang ,Bea Cukai Sintete juga kunjungi Musfalah, pelaku usaha kue kering di wilayah Naram, Kecamatan Singkawang Utara, Kota Singkawang. Bea Cukai terus berikan asistensi kepada kepada UMKM salah satunya Muslafah untuk dapat meningkatkan usahanya ke pasar luar negeri, mengingat tingginya permintaan produk kue kering di wilayah Naram dari Kuching, Malaysia.

Pengembangan potensi ekspor UMKM juga dilakukan Bea Cukai Labuan Bajo. Pada Jumat (30/04), Bea Cukai Labuan Bajo menerima kunjungan dari salah satu pelaku UMKM di Manggarai Barat yang bergerak dibidang produksi olahan dari tumbuhan kelor (moringa). Maksud kunjungan tersebut adalah untuk memperoleh layanan informasi dan asistensi terkait ekspor.

"Melalui klinik ekspor, Bea Cukai Labuan Bajo berkomitmen untuk mewujudkan pertumbuhan kegiatan ekspor di wilayah pulau Flores dan sekitarnya. Kami akan terus memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha atau masyarakat, tentunya dengan harapan dapat memacu semangat mereka untuk membuat produk-produk baik dari hasil bumi ataupun laut serta produk kreatif lainnya yang dapat menembus pasar luar negeri," tutup Hatta. [adv]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA