Santoso Puji Kapolri Cepat Usut Mafia Tanah

IN
Oleh inilahcom
Kamis 06 Mei 2021
share
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Santoso

INILAHCOM, Jakarta - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Santoso meminta Bareskrim Mabes Polri untuk menyelesaikan kasus dugaan mafia tanah yang menyeret inisial AH asal Semarang Jawa Tengah.

"Kami sangat mengapresiasi Kapolri atas tanggapan yang cepat untuk menindak tegas dugaan kasus mafia tanah. Kasus ini sudah menjadi atensi pihak Polri, dalam waktu dekat akan ada tindakan lebih lanjut," kata Santoso saat ditemui di Kantor Kabareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 5 Mei 2021.

Menurut Santoso, kasus mafia tanah di beberapa daerah di Jawa Tengah selama ini hanya menjadi konsumsi di daerah, sehingga penyelesaian hukumnya tidak memiliki efek jera kepada pelaku yang sebenarnya.

"Kali ini Polri akan turun langsung melalui Tim Satgas Mafia Tanah yang sudah diintruksikan langsung oleh Presiden, Joko Widodo," terangnya.

Selama ini, kasus AH sudah dipeti-es-kan oleh pihak oknum kepolisian dan oknum kejaksaan. Sehingga kasus ini hanya berkutik pada perkara yang tak ada ujung hukumnya.

"Maka kami meminta pihak Polri untuk dapat membantu para korban yang sebagian adalah orang yang tidak memiliki akses & kemampuan dalam memperjuangkan hak untuk mendapatkan tanahnya tak selesai-selesai sejak 2018 lalu.

Pihaknya dengan cepat melakukan koordinasi dengan Polri demi terselesaikannya kasus ini hingga tuntas dan berkeadilan.

"Saya sampaikan kepada Kapolri dan Kejaksaan Agung yang sudah memberikan atensi terhadap kasus dugaan mafia tanah yang sudah banyak memakan korban," papar Santoso.

Sementara itu, salah seorang korban mafia tanah, Wijaya meminta pihak Polri bahkan Presiden Jokowi untuk membantu agar hak tanah kembali kepada pemiliknya.

"Kami sudah berjuang bertahun tahun, tapi tidak ada hasilnya, malah AH bermanuver dan melaporkan pihak kami, padahal secara de facto dan de jure dia yang salah," katanya.

Wijaya sangat percaya dengan intergritas kepolisian yang dipimpin langsung Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Selama ini sudah banyak terobosan yang dilakukan dan semua berhasil.

"Dino Patti Djalal sebagai korban mafia tanah selesai dalam waktu singkat, kami korban asal berbagai daerah dipermainkan begitu saja tanpa ada penyelesaian hukum," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Reserse Kriminal atau Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto pada Kamis, 5 Mei 2021, meminta jajarannya menghentikan permainan kotor dalam pelayanan penyelidikan maupun penyidikan kepolisian.

Permintaan itu disampaikan Komjen Agus ketika memberikan pengarahan kepada jajaran kewilayahan dalam rangka mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Kegiatan melalui video conference itu diikuti oleh Kapolda, Dirreskrimum, Dirreskrimsus, dan Dirnarkoba dari seluruh Indonesia.

SemulaAgus menjelaskanbahwa Presiden Jokowi mencanangkan pertumbuhan ekonomi nasional triwulan kedua sebesar 5 persen. Selain itu, kata Agus, Presiden Jokowi juga meminta kepala daerah untuk mempercepat belanja modal dan belanja barang.

"Sebagaimana yang sudah saya sampaikan, Bapak Kapolri juga telah menyampaikan lebih dari dua kali, meminta kepada para Kapolda untuk ikut berpikir, memikul, dan bertanggung jawab dalam mewujudkan hal tersebut," kata Agus melalui keterangan resminya yang dikutip pada Rabu, 5 Mei 2021.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA