Waspada Pinjol Ilegal, Ini Tips Aman & Terpercaya

IN
Oleh inilahcom
Selasa 11 Mei 2021
share
 

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK tak henti-hentinya mendapatkan laporan mengenai layanan keuangan berbasis digital yang beroperasi secara ilegal di Indonesia. Selaras dengan banyaknya laporan yang masuk, OJK juga terus melakukan pemblokiran, sekaligus wara-wara tentang fintech atau layanan pinjaman online ilegal yang sebaiknya tak digunakan oleh masyarakat.

Sebenarnya, layanan pinjaman online atau fintech ilegal memiliki ciri-ciri yang cukup mudah untuk dicermati. Beberapa ciri utama dari penyedia produk keuangan digital yang palsu adalah tak memiliki alamat kantor dan identitas pengurus yang jelas, syarat pengajuan terlampau mudah, serta tak ada penjelasan terkait bunga dan juga denda sedari awal.

Namun, yang menjadi masalah adalah banyaknya masyarakat yang tak tahu menahu tentang ciri-ciri tersebut. Terlebih, karena desakan dari masalah keuangan yang harus bisa dicarikan solusinya dengan segera, tak sedikit orang yang sembarangan dalam memilih dan mengajukan pinjaman online. Padahal, kalau sudah terjebak, Anda akan terancam cicilan yang kian menggunung.

Untuk itu, masyarakat perlu bersikap waspada setiap kali akan melakukan aktivitas pinjaman secara online. Selain dengan membuat regulasi dan pengawasan yang terpadu terhadap aktivitas jasa keuangan di Indonesia, OJK juga seringkali memberikan edukasi terkait bagaimana cara memilih layanan keuangan digital yang aman dan terpercaya.

Berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman online melalui fintech Peer to Peer Lending.
1. Pastikan Terdaftar serta Diawasi OJK
Hal pertama yang harus Anda ketahui sebelum mengajukan pinjaman online adalah mengetahui perusahan atau fintech mana saja yang memiliki status terdaftar OJK. Bila perlu, ajukan pinjaman online pada layanan yang telah mengantongi izin usaha resmi dari lembaga pengawas aktivitas jasa keuangan di Indonesia tersebut.
Untuk mengeceknya, Anda dapat mengunjungi situs OJK secara langsung. Selang beberapa waktu sekali, OJK biasanya merilis pengumuman mengenai daftar fintech dan perusahaan keuangan yang telah berhasil mengantongi status terdaftar dan izin usaha. Selain itu, OJK juga rutin merilis daftar perusahaan atau penyedia pinjaman online ilegal dan tak terdaftar yang yang harus diwaspadai oleh masyarakat.

2. Cari Tahu Dulu Identitas Pengurus dan Alamat Kantor yang Asli
Pernahkah Anda mendapatkan penawaran pinjaman online melalui SMS atau e-mail yang tak jelas siapa pengirimnya? Biasanya, tawaran ini dibumbui dengan proses pengajuan yang terlampau mudah dan tanpa syarat sama sekali kecuali melampirkan KTP. Jika pernah, jangan sekali-kali tertarik untuk mengajukan pinjaman online melalui penawaran tersebut.
Sebab, salah satu cara agar terhindar dari risiko terjebak pinjol ilegal adalah Anda perlu mengetahui betul identitas perusahaannya, termasuk alamat kantornya yang asli. Dengan begitu, Anda dapat mencari tahu informasi lebih lanjut terkait legalitas dan kredibilitas dari fintech tersebut.

3. Mempunyai Fasilitas Pengaduan Konsumen
Setelah memastikan bahwa layanan pinjaman cepat memiliki identitas pengurus dan alamat kantor yang jelas, hal selanjutnya yang perlu Anda cari tahu adalah fasilitas pengaduan konsumennya. Berdasarkan aturan yang diterbitkan oleh OJK, fasilitas pengaduan konsumen ini wajib dimiliki oleh setiap layanan pinjaman online yang resmi. Tujuannya agar nasabah tak kesulitan dalam mengajukan komplain dan pertanyaan jika nantinya muncul kendala yang berhubungan dengan aktivitas pinjaman.

4. Proses Seleksi yang Ketat dan Jelas
Dibandingkan dengan produk pinjaman lainnya, pinjaman online identik dengan syarat dan proses pengajuan yang ringan, juga simpel. Meski begitu, bukan berarti fintech penyedia layanan tersebut tak melakukan proses seleksi dan verifikasi sama sekali terhadap pengajuan dari setiap calon nasabahnya.
Tergantung dari kebijakan masing-masing layanan, ada beberapa proses seleksi yang biasa dilakukan. Sebagai contoh, kebanyakan fintech akan menghubungi nomor telepon nasabah guna memastikan dan memverifikasi kebenaran data dan informasi pribadi yang dilampirkan. Jika karena suatu alasan calon nasabah tak menerima panggilan tersebut, otomatis pengajuan pinjamannya akan hangus dan tak jadi diproses.

5. Cek Data Pribadi yang Diakses oleh Aplikasi Pinjaman Online
Selain melalui situs resminya, hampir semua layanan pinjaman online saat ini bisa diajukan melalui aplikasi di smartphone. Aplikasi tersebut dapat dengan mudah diunduh secara gratis melalui Playstore ataupun AppStore.

Akan tetapi, sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman, cermati dulu izin akses fitur smartphone apa saja yang diminta oleh aplikasi tersebut. Jika menganut pada regulasi dari OJK, aplikasi pinjol hanya boleh meminta akses pada fitur kamera, lokasi, dan mikrofon saja. Jika izin akses yang diminta lebih dari 3 fitur tersebut, apalagi sampai meminta akses kontak telepon, jangan pikir dua kali untuk menguninstall aplikasi tersebut daripada terjadi hal-hal yang tak diinginkan nantinya.

Jangan Sampai Salah Pilih Layanan Pinjaman Online
Mengajukan pinjaman online pada layanan yang resmi dan terpercaya adalah syarat yang wajib dilakukan dan tak dapat diganggu gugat. Jika sampai terjebak pada layanan yang ilegal, niat untuk mengatasi masalah keuangan malah berbalik menjadi alasan keuangan makin terpuruk. Oleh karena itu, pastikan untuk mengaplikasi 5 tips di atas agar tak sampai salah memilih layanan pinjaman online.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA