Berikan Pelayanan Prima Atas Importasi Vaksin

Menlu Apresiasi Kinerja Bea Cukai

IN
Oleh inilahcom
Selasa 11 Mei 2021
share
 

INILAHCOM, Tangerang - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengapresiasi peran Bea Cukai Soekarno-Hatta dalam memfasilitasi masuknya vaksin Covid-19 AstraZeneca, sebanyak 1.389.600 dosis, pada Sabtu 8 Mei 2021.

Vaksin diterbangkan menggunakan maskapai penerbangan Qatar Airways QR-0956, dan tiba di Indonesia pukul 08.15 WIB. Vaksin dikemas ke dalam 10 Wooden Pallett, dan langsung dibawa ke gudang Rush Handling untuk dilakukan penyelesaian kepabeanan berupa penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik oleh petugas Bea Cukai.

Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani, mengungkapkan bahwa vaksin AstraZeneca diimpor oleh Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan, Kementerian Kesehatan. Fasilitas yang diberikan yaitu pelayanan segera Rush Handling dan pembebasan Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI).

Terkait layanan Rush Handling atau Pelayanan Segera, perlu diketahui bahwa sesuai Peraturan Menteri Keuangan No 148/PMK.04/2007, adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau bandara.

"Selain fasilitas Rush Handling, terhadap vaksin ini juga diberikan pembebasan bea masuk dan/atau cukai, tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), dan dibebaskan dari pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22, karena termasuk kategori barang penanganan Covid-19, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan no PMK-188/PMK.04/2020," jelas Askolani.

Melalui konferensi pers, Retno menyampaikan bahwa kedatangan vaksin AstraZeneca kali ini merupakan fase kedua batch ketiga jalur multilateral. Pada hari Kamis 6 Mei 2021, impor vaskin fase pertama sebanyak 55.300 dosis sudah diterima. Sehingga total vaksin batch ketiga sebanyak 1.444.900 dosis.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA