Plt Bupati Nganjuk Stop Pelantikan Perangkat Desa

IN
Oleh inilahcom
Rabu 12 Mei 2021
share
 

NILAHCOM, Nganjuk - Usai menerima mandat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Nganjuk,DR. Drs. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA meminta maaf kepada warga masyarakat Kota Bayu Nganjuk atas masalah yang menimpa Novi Rahman Hidayat yang terkena OTT KPK-Bareskrim Polri.

"Saya harus membuat Nganjuk kembali kondusif, baik di jajaran pemerintahan, di jajaran Forkopimda, dan tentunya di dalam masyarakat. Khusus masalah pengisian perangkat desa, saya sudah menerbitkan surat edaran. Karena dalam kondisi force major sesuai dengan Perbup 11/2021, lewat Panwas seluruh pelantikan saya minta ditunda atau dihentikan," tegas Kang Marhaen.


"Saya tidak akan banyak janji, saya akan bekerja, bekerja dan bekerja untuk memulihkan kepercayaan masyarakat Kabuaten Nganjuk," tandasnya.

Perlu diketahui surat perintah tugas Kang Marhaen sebagai Plt. Bupati Nganjuk ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Yakni sejak 11 Mei 2021, sampai dengan dilantiknya Bupati Nganjuk definitif pada sisa masa jabatan 2018-2023.

Diketahui, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap dalam operasi tangkap tangan KPK bersama Bareskrim Polri di Ngajuk, Jawa Timur, Senin (10/5/2021). Turut disita sejumlah uang.

Selain bupati, enam orang lainnya juga ditetapkan tersangka. Mereka adalah Camat Pace Dupriono (DR), Camat Tanjungnaom Plt. Camat Sukomoro Edie Srijato (ES), Camat Berbek Haryanto (HY), Camat Loceret Bambang Subagio (BS), mantan Camat Sukomoro Tri Basuki Widodo (TBW), dan Ajudan Bupati Ngajuk M Izza Muhtadin.

Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Djoko Poerwanto membeberkan tindak pidana ini melibatkan beberapa camat dan seorang perantara yang merupakan ajudan bupati, M. Izza Muhtadin. Kata dia, para camattersebut menyetor sejumlah uang melalui perantara untuk menempati jabatan tertentu. [beritajatim]


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA