Kosgoro 1957 Kutuk Keras Aksi Israel Langgar HAM

IN
Oleh inilahcom
Minggu 16 Mei 2021
share
Aksi militer Israel atas Palestina menuai kecaman di tanah air.

INILAHCOM, Jakarta - Kosgoro 1957 mengutuk keras aksi militer Israel yang menewaskan ratusan warga sipil Palestina, menjelang Hari Raya Idul Fitri. Menciderai kemanusiaan dan solidaritas umat Muslim dunia.

Demikian pernyataan bersama Sekjen PPK Kosgoro 1957, Sabil Rachman dan Ketua Bidang Hukum dan HAM PPK Kosgoro 1957, Muslim Jayabutarbutar kepada media, Jakarta, Minggu (16/5/2021). "Penyerangan Israel patut disayangkan semua pihak, karena terjadi saat ummat Islam menjalankan kewajiban ibadah puasa bulan suci Ramadhan dan menyambut hari kemenangan Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah," papar Sabil.

Penyerangan Palestina oleh Israel, kata dia, merupakan masalah kemanusiaan. Hak-hak warga Palestina telah dirampas kemerdekaannya sejak meluasnya gerakan Zionisme yang dimotori Israel. Pencaplokan tanah yang diklaim sebagai peninggalan leluhur bangsa Yahudi, menyebabkan Israel terlalu ekspansif memperluas wilayahnya dengan cara kekerasaan menyerang ke wilayah miliik Palestina.

Dampak yang ditimbulkan, kata dia, begitu luas. Khususnya bagi waga sipil khususnya anak-anak dan perempuan yang tak berdosa. Atas dasar klaim sepihak Israel ini, maka konflik di Palestina meruncing hingga saat ini.

Peristiwa terakhir, lanjutnya, saat Israel menggempur jalur Gaza melalui serangn udara dan peluru alteri yang telah menewaskan seratus lebih warga sipil, termasuk puluan anak-anak meregang nyawa akibat serangan ini. Meski sudah ada seruan internasional untuk menghentikan serangan ini, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda Israel menghentikannya.

Sikap Isreal yang telah menjaja Palestina, jelas melanggar pembukaan UUD 1945 alinea pertama. Bahea sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan," tuturnya.

Sementara Muslim menerangkan, atas dasar amanat konstitusi tersebut, PPK Kogoro 1957 yang mempunyai nilai Tridharma berupa Pengabdian, Kerakyatan dan Solidaritas berpendapat, bahwa serangan Israel kepada warga Palestina
yang terjadi di Bulan Ramadhan menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal H adalah bagian dari penjajahan di muka bumi yang oleh amanat konstitusi harus dihapuskan di muka bumi ini.

"Sebagai Ormas yang taat akan konstitusi maka PPK Kosgoro 1957 menyatakan sejumlah sikap. Pertama, mengutuk peristiwa penyerangan Israel ke negara Palestina yang telah menelan korban jiwa dari warga sipil khususnya ana-anak dan perempuan yang tak berdosa," ungkap Muslim.

Kedua, lanjutnya, mendukung segala upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia yang turut aktif menggalang dukungan dunia internasional guna menghentikan kekerasaan yang teradi di Palestina. "Ketiga, berdasarkan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif maka Kosgoro 1957 meminta kepada Pemerintah untuk lebih berperan secara nyata dan maksimal berupa penggalangan melalui organisasi Dewan Keamanan PBB supaya memberikan sanksi yang tegas kepada Israel jika penyerangan ini memenuhi syarat sebagai pelanggaran atas nilai-nilai kemanusiaan," bebernya.

Ke-empat, lanjut Muslim, mendesak pemerintah Indonesia untuk bekerjasama dengan Organisasi Kerjasama Negara-Negara Islam (OKI), untuk bersama-sama menggalang dukungan internasional tentang kemerdekaan negara Palestina sebagai solusi substansial dan komprehensif untuk mengakhiri konflik di Timuar Tengah.

"Kelima, kepada pihak-pihak yang bertikai yaitu Palestina dan Israel untuk lebih mengedepankan penyelesaian secara damai melalui meja perundingan dan diplomasi politik atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab demi terwujudnya kedamaian secara menyeluruh di Timur Tengah," tuturnya.

Selanjutnya, kata Muslim, Kosgoro 1957 menghimbau seluruh organisasi kemasyarakatan di dalam negeri, untuk bersama-sama melakukan gotong royong membantu warga Palestina yang saat ini mengalami tragedi berdarah akibat serangan tentara Isreal dengan penggalangan bantuan kemanusiaan.

"Kami meminta kepada Warga Negara Indonesia khususnya ummat Islam agar tak
terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang menjadikan peristiwa ini, dimaknai sebagai perang jihad yang berbau agama. Masalah Palestina selain kedaulatan yang dirampas oleh Israel, juga menyangkut harkat martabat kemanusiaan warga Palestina yang terdiri dari berbagai agama," pungkasnya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA