https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   18 May 2021 - 12:04 wib

Bahas TWK KPK, Konferensi Pers ICW 'Diganggu'

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Rencana konferensi pers delapan mantan Pimpinan KPK perihal 75 pegawai KPK tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) mendapat gangguan.

Konferensi yang digagas Indonesia Corruption Watch (ICW) tersebut diganggu sejak awal acara dengan berbagai modus.

"Sepanjang jalannya konferensi pers, setidaknya ada sembilan pola peretasan atau gangguan yang dialami," kata peneliti ICW Wana Alamsyah dalam keterangannya, Selasa (18/5/2021).

Adapun konferensi pers dilakukan menggunakan media zoom (khusus untuk narasumber dan panitia) dan ditayangkan melalui kanal youtube Sahabat ICW;

Semantara pembicara yang hadir dalam ruangan zoom: 1) Busyro Muqoddas; 2) Adnan Pandu Praja; 3) Saut Situmorang; 4) Moch Jasin; 5) Busyro Muqoddas; 6) Agus Rahardjo; 7) Nisa Zonzoa (Peneliti ICW, Moderator); 8) Kurnia Ramadhana (Peneliti ICW); 9) Tamima (Peneliti ICW);

"Sedang gangguan yang dialami Pertama, menggunakan nama para pembicara untuk masuk ke media zoom. Kedua, menggunakan nama para staf ICW untuk masuk ke media zoom. Ketiga, menunjukkan foto dan video porno di dalam ruangan zoom," ungkap Wana.

Selanjutnya Keempat, mematikan mic dan video para pembicara. Kelima, membajak akun ojek online Nisa Rizkiah puluhan kali guna menganggu konsentrasinya sebagai moderator acara.

Keenam, mengambil alih akun whatsapp kurang lebih 8 orang staf ICW. Sebagian nomor ada yg di-take over, sebagian sudah berhasil dipulihkan, sedangkan beberapa orang lainnya mengalami percobaan. Ketujuh, beberapa orang yang nomor whatsappnya diretas sempat mendapatkan telepon masuk menggunakan nomor luar negeri (Amerika Serikat) dan juga puluhan kali dari nomor asal provider Telkomsel.

"Kedelapan, percobaan mengambil alih akun Telegram dan e-mail beberapa staf ICW. Namun, upaya pengambialihan gagal.  Sembilan, tautan yang diberikan kepada pembicara Abraham Samad tidak dapat diakses tanpa alasan yang jelas," terang Wana.

Wana mengingatkan bahwa upaya pembajakan ini bukan kali pertama terjadi pada aktivis masyarakat sipil. Sebelumnya pada kontroversi proses pemilihan Pimpinan KPK, revisi UU KPK tahun 2019, UU Minerba, serta UU Cipta Kerja praktik ini pernah terjadi;

Selain ICW, upaya peretasan juga dialami  anggota LBH Jakarta dan Lokataru saat membahas TWK KPK.

"ICW menduga ini dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak sepakat dengan advokasi masyarakat sipil terkait penguatan pemberantasan korupsi. Pembungkaman suara kritis warga melalui serangan digital merupakan cara baru yang anti demokrasi. Maka dari itu, kami mengecam segala tindakan-tindakan itu dan mendesak agar penegak hukum menelusuri serta menindak pihak yang ingin berusaha untuk membatasi suara kritis warga negara," demikian Wana.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Ramai Dikritik, KPK Buka Suara Soal Napi Koruptor Jadi Penyuluh Korupsi

Setelah ramai pemberitaan soal Narapidana dijadikan penyuluh korupsi, Komisi Pemberantasan Korups
berita-headline

Viral

KPK Langsung Tahan Azis Syamsuddin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin (AZ) setel
berita-headline

Viral

Jangan Ragukan Gubernur Anies dan Komitmen Anti Korupsinya

Komitmen mewujudkan pemerintahan yang bersih (good and clean government) dari korupsi kemb
berita-headline

Viral

KPK Gelar OTT di Probolinggo

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT), Senin (30/8
berita-headline

Viral

Hasil OTT Kolaka Timur, Bupati dan Kepala BPBD Jadi Tersangka, Ini Kasusnya

Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Bupati Kolaka Timur, Andi Merya Nur sebagai tersangka kas