Sixstreet: Industri Fesyen Tak Lagi Jawa Sentris

IN
Oleh inilahcom
Kamis 20 Mei 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Berbagai hobi positif atau karya dinamik menjadi wahana untuk mengekspresikan diri, pada akhirnya bisa menjadi branding yang bernilai ekonomi.

Suka atau tidak, branding erat kaitannya dengan penampilan setiap orang dalam mengekspresikan dirinya yang dapat dilihat dari pilihan fesyen berbeda. Melihat kebutuhan ini, Sixstreet pun hadir sebagai penyedia fesyen brand dan orang-orang yang ingin mengekspresikan dirinya.

Didirikan 2016, Sicstreet bermula dari usaha resell kecil-kecilan hingga kini lima tahun berjalan. Di mana, Sixstreet mampu memberikan pelayanan hingga lingkup nasional dan menjadi nomor satu dalam penyedia fesyen urban warga Medan, Sumatera Utara.

Masyarakat cukup antusias dalam kultur streetwear maupun komunitas seperti basket, skate maupun komunitas lifestyle lainnya dengan akses yang jauh lebih mudah. "Kami menyediakan pilihan bagi customer supaya tidak repot lagi belanja sampai ke luar negeri maupun berburu belanja online karena katalog brand internasional maupun lokal, karena di six6street sudah lengkap dan selalu mengikuti tren," kata Manager Six6street, Edo, beberapa waktu lalu.

Dia bilang, Sixstreet hadir untuk menjawab bahwa trend fesyen di Indonesia, tidak melulu Jawa-sentris. Hal ini menjadi tantangan sekaligus celah bagi Sixstreet untuk membawa fesyen yang awalnya berputar di Pulau Jawa, bergeser ke Pulau Sumatera, khususnya kota Medan. "Hingga saat ini, Sixstreet pun dipercaya lebih dari 9 brand lokal yang sudah diakui hingga skala internasional seperti Thanksinsomnia, Public Culture, Untold, Pot Meets Pop," tuturnya.

Ke depan, kata dia, Sixstreet akan terus bertambah karena kepercayaan yang diberikan kepada Sixstreet sebagai partner yang sudah mampu menyalurkan trend-trend yang dibawa oleh masing-masing brand selama ini.

Menciptakan dan memilih produk fesyen dari brand lokal adalah salah satu ujung tombak Sixstreet dalam menjadi trendsetter. Benar saja, antusias warga Medan dari semua kalangan dan usia tidak dapat dibendung. Produk kebanggaan buatan anak bangsa yang tersedia di Sixstreet selalu sold out dalam kurung waktu yang relatif singkat.

"Tak hanya puas dengan brand lokal, Sixstreet juga berhasil membawa kultur street fesyen ke Indonesia melalui brand-brand internasional. Salah satunya seperti Sneaker Air Jordan yang sudah sangat mendunia karena desain dan juga nilai historisnya sehingga menjadikan sneaker ini menjadi incaran para hypebeast di indonesia," kata Edo.

Dia bilang, mematahkan persepsi bahwa perputaran trend fesyen yang hanya berlaku di Pulau Jawa, menjadi salah satu tujuan Sixstreet. Saat ini, kualitas brand lokal sudah mampu menyeimbangkan brand internasional. "Tahun ini, Sixstreet berfokus untuk meluncurkan produk ekslusif mereka sendiri yang sudah sangat ditunggu oleh komunitas dan antusias fesyen, khususnya di kota Medan, sebagai bentuk partisipasi akan fesyem dalam negri. Serta kepedulian untuk mendukung majunya UMKM Indonesia," pungkasnya.[tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA