https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   20 May 2021 - 18:52 wib

KPK Pastikan Azis Syamsuddin Ada di Daftar Saksi

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memastikan akan menulis nama Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam daftar pemeriksaan saksi.

Hal itu diungkap Firli menjawab seputar kehadiran Azis saat dipanggil Dewan Pengawas KPK untuk pemeriksaan etik salah satu penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju Jumat (7/5/2021) lalu.

Akan tetapi, yang bersangkutan tidak menghadiri panggilan penyidik alias mangkir dengan alasan tengah mengisi agenda kegiatan."Untuk kepentingan penyidikan perkara korupsi tentu penyidik akan memanggil kembali Saudara AS," kata Firli ketika dihubungi, Kamis (20/5/2021).

Meski begitu belum diketahui secara persis kapan pemanggilan ulang tersebut akan dilakukan. Meski begitu, Firli menekankan, proses penyidikan perkara yang menjerat Stepanus, Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial, dan pengacara Maskur Husain itu terus berjalan."KPK masih melakukan pemeriksaan para saksi dan mengumpulkan bukti-bukti," katanya.

Ia pun memastikan setiap perkembangan penyidikan akan disampikan ke publik. Ditegaskannya, KPK akan menuntaskan penanganan dan mengungkap perkara tersebut guna menjerat tersangka lain."Nanti KPK pasti menyampaikan setiap perkembangannya ke publik. KPK akan tuntaskan perkara tersebut setuntas-tuntasnya dan ungkap seterang-terangnya untuk menemukan tersangka," imbuh Firli.

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (7/5).

Azis dijadwalkan bakal diperiksa sebagai saksi guna melengkapi berkas kasus suap penanganan perkara yang menjerat penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Hingga kini belum diketahui apa yang akan digali penyidik dari Azis. Namun berdasarkan konstruksi perkara, Azis Syamsuddin diduga memfasilitasi pertemuan dan perkenalan antara Stepanus dan Syahrial di rumah dinasnya pada Oktober 2020 lalu.
 
Seperti diberitakan, KPK menetapkan seorang penyidiknya, Stepanus Robin Pattuju, sebagai tersangka kasus dugaan suap oleh penyelenggara negara terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

Dalam perkara ini, KPK juga menetapkan Wali Kota nonaktif Tanjungbalai M Syahrial dan pengacara Markus Husain sebagai tersangka.

Stepanus diduga menerima suap senilai total Rp1,3 miliar dari yang dijanjikan Rp1,5 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Suap diduga diberikan agar Stepanus dapat membantu supaya penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang sedang dilakukan KPK tidak ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Tiga Acungan Jempol Anies di Gedung KPK

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendatangi Gedung Komisi Pembe
berita-headline

Viral

Anies Senang Bisa Bantu KPK

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan merasa senang bisa membantu tu
berita-headline

Viral

Semua Dibutuhkan, Anies Beberkan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, memenuhi panggilan