Ombudsman Bersurat ke Kapolri, Ini Kata Alvin Lim

IN
Oleh inilahcom
Jumat 21 Mei 2021
share
Advokat LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim

INILAHCOM, Jakarta - LQ Indonesia Firm mengapresiasi Ombudsman yang telah mengirim surat permintaan klarifikasi kepada Kapolri melalui Irwasum atas dugaan penanganan kasus Indosurya yang dinilai lamban. Demikian klaim Alvin Lim Advokat LQ Indonesia Lawfirm.

Surat Ombudsman ke Kapolri, lanjut Alvin Lim merupakanrespon dari permohonan yang disampaikan LQ Indonesia Lawfirm sebelumnya.

"Terimakasih kepada Ketua Ombudsman yang telah bersurat kepada Kapolri melalui Irwasum dapat menindaklanjuti aduan kami, terutama kenapa 3 hal utama yakni penahanan tersangka, pembekuan aset dan pelimpahan berkas, tidak pernah dilakukan Penyidik Tipideksus. Ini sekaligus telah menindaklanjuti aspirasi masyarakat khususnya para korban Indosurya," kata Alvin Lim dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/5/2021).

Surat Ombudsman kepada Kapolri tertanggal 10 Mei 2021, tentang permintaan penjelasan/klarifikasi, ditandatangani Ketua Ombudsman Mokhammad Najih, dan ditembuskan kepada Dittipideksus Bareskrim Polri dan Ketua LQ Indonesia Firm.

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan pidana perbankan dan pencucian uang yang dilakukan pemilik Koperasi Indosurya sudah 1 tahun lebih ditangani Dittipideksus Mabes Polri. Kasusnya dinilai mandek atas dugaan adanya oknum penyidik yang tidak memperoses sesuai Ketentuan undang-udang yang berlaku.

Diketahui pada bulan April 2020, Pemilik Koperasi Indosurya, Henry Surya sudah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pidana perbankan dan pencucian uang berdasarkan surat penetapan Mabes Polri yang ditujukan ke Kejaksaan Agung RI.

Namun, sejak ditetapkan sebagai tersangka, perkara mandek dimana Berkas Tersangka Henry Surya tidak pernah dilimpahkan ke Kejaksaan atau yang sering disebut tahap 1 (Pelimpahan Berkas).


"Jadi begini, sejak penetapan tersangka maka menurut KUHAP tugas penyidik POLRI sudah tercapai dan wajib segera melakukan pemberkasan untuk dilimpahkan berkas ke kejaksaan sebagaimana amanah isi Pasal 110: (1) Dalam hal penyidik telah selesai melakukan penyidikan, penyidik wajib segera menyerahkan berkas perkara itu kepada penuntut umum." Sudah jelas secara hukum kata "WAJIB SEGERA" adalah keharusan dan secepatnya harus diserahkan kepada penuntut umum. Tidak boleh tidak," ungkap Alvin Lim.

Atas dasar itulah, yang memicu Advokat Alvin Lim, menyurati ombudsman untuk meminta klarifikasi dugaan penyelewengan penanganan kasus Indosurya.

"Wajib segera ini adalah hal.yang harus/ wajib dilakukan penyidik, tidak bisa serta merta ditunda-tunda sehingga merugikan para korban," ucapnya.

Tanggapan Pelapor dan Korban

Advokat Priyono Adi Nugroho selaku pelapor LP dugaan pidana perbankan dan pencucian uang menjelaskan bahwa awalnya LP berjalan cepat sehingga ditetapkan tersangka Henry Surya, Suwito Ayub dan June Indria.

Namun setelah penetapan tersangka, penyidik dan atasan penyidik tidak pernah mau menjawab ketika ditanyakan rencana tindak lanjut.

"WA saya tidak dibalas terutama pertanyaan mengenai kenapa Tersangka tidak ditahan dan kapan berkas bisa dilimpahkan ke pengadilan. Telpon saya tidak pernah dijawab dan jika didatangi ke Mabes, ditanyakan langsung selalu menghindar dan tidak pernah menjawab pertanyaan saya diatas," katanya.

Korban D yang memberikan kuasa ke LQ Indonesia Lawfirm menyampaikan keluh kesahnya. "Saya selalu beranggapan Polisi itu berani mengungkap kebenaran dan membantu masyarakat menengakkan hukum. Tapi dalam kasus Indosurya kenapa sudah setahun lebih tidak ada pelimpahan berkas ke kejaksaan? Penyidik ketika saya tanyakan tidak mau menjawab kepada para korban. Ada apa ini?" tanyanya.

Korban M yang juga memberikan kuasa kepada LQ Indonesia Lawfirm juga menyampaikan keluh kesahnya. "Saya melihat Advokat LQ Indonesia Lawfirm sudah bekerja maksimal, menyurati dan bahkan sampai Aksi Pocong di Istana, namun kenapa Polri diam saja," ucap M.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA