Setahun Lebih Kasus Koperasi Indosurya Mandek

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 22 Mei 2021
share
Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim

INILAHCOM, Jakarta - Alvin Limselaku Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, menilai proses hukum kasus dugaanpidana perbankandan pencucian uang yang dilakukan oleh pemilikKoperasi Indosuryadinilai mandek.


Diketahui pada bulan April 2020, Pemilik Koperasi Indosurya,Henry Suryaditetapkan sebagai tersangka atas dugaan Pidana Perbankan dan pencucian uang berdasarkan surat penetapan Mabes Polri yang ditujukan ke Kejaksaan Agung RI. Namun janggalnya sejak ditetapkan sebagai tersangka, perkara mandek dimana berkas tersangka Henry Surya tidak pernah dilimpahkan ke Kejaksaan.


Padahal sejak penetapan tersangka maka menurut KUHAP tugas penyidik Polri meskinya segera melakukan pemberkasan untuk dilimpahkan berkas ke kejaksaan sebagaimana amanah isi Pasal 110
(1) Dalam hal penyidik telah selesai melakukan penyidikan, penyidik wajib segera menyerahkan berkas perkara itu kepada penuntut umum.


"Sudah jelas secara hukum kata `wajib segera` adalah keharusan dan secepatnya harus diserahkan kepada penuntut umum, tidak boleh tidak. Jangka waktu 1 tahun lebih tentu saja tidak memenuhi kata wajib segera," kata Alvin dalam keterangannya, Sabtu (22/5/2021).


Alvin, yang juga kuasa hukum korban kasus Indosurya menyanyangkan kinerja Dittipedeksus Mabes Polri, dibawah kepemimpinan Brigjen Helmi Santika, lantaran dinilai lamban menangani perkara Indosurya mengingat memakan waktu hingga 1 tahun lebih.

Alvin lantas menyurati ombudsman untuk meminta klarifikasi dugaan penyelewengan penanganan kasus Indosurya tersebut. Aduan itu pun ditanggapi positif oleh Ketua Ombudsman dan dikirimkannya surat permintaan klarifikasi oleh Ketua Ombudsman ke Kapolri melalui Irwasum atas dugaan penanganan kasus Indosurya yang berlarut-larut terutama tentang penahanan tersangka, pembekuan aset dan pelimpahan berkas perkara.

"Wajib segera ini adalah hal yang harus/wajib dilakukan penyidik, tidak bisa serta merta ditunda-tunda sehingga merugikan para korban," jelas dia.


Advokat Priyono Adi Nugroho selaku pelapor dugaan pidana perbankan dan pencucian uang menjelaskan bahwa awalnya laporan berjalan cepat sehingga ditetapkan tersangka Henry Surya, Suwito Ayub dan June Indria. Namun setelah penetapan tersangka, penyidik dan atasan penyidik tidak pernah mau menjawab ketika ditanyakan rencana tindak lanjut.

"WA saya tidak dibalas terutama pertanyaan mengenai kenapa tersangka tidak ditahan dan kapan berkas bisa dilimpahkan ke pengadilan. Telpon saya tidak pernah dijawab dan jika didatangi ke Mabes, ditanyakan langsung selalu menghindar dan tidak pernah menjawab pertanyaan saya diatas. Kesannya Penyidik takut memberikan "transparansi" perkembangan perkara," tandasnya.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA