https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   31 May 2021 - 19:35 wib

Alvin Lim: PKPU Hanya Modus dan Alasan

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Para korban mengaku kecewa dengan pernyataan Direktur Tipideksus Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Helmy Santika soal perjanjian perdamaian (homologasi) yang diajukan tersangka kasus penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, Henry Surya.

 

Terlebih Pendiri dan Ketua Pengurus LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim selaku kuasa hukum korban.

 

Dirinya menilai skema Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) KSP Indosurya hanya untuk menunda pembayaran kerugian para korban.

 

Selain itu, PKPU tersebut diduganya hanya djadikan alat para tersangka untuk terlepas dari jeratan pidana.

 

"Saya tegaskan PKPU hanya modus dan alasan menunda pembayaran serta menghentikan pidana," kata Alvin Lim siaran tertulis pada Senin (31/5/2021). 

Sangkaan tersebut dibuktikan lewat pembayaran PKPU yang ditetapkan sepihak oleh KSP Indosurya.

"Buktinya saja jumlah pembayaran PKPU terakhir. Para korban jangan mau dibodohi, jika ada itikat baik, tersangka Henry Surya sudah bayar uang kalian sebelum dilaporkan ke polisi," jelasnya.

Terlepas dengan hal tersebut, dirinya kembali mempertanyakan penanganan kasus penipuan KSP Indosurya.

Terlebih mengenai pelimpahan berkas perkara, penyitaan aset serta penahanan tersangka. 

Mengingat penetapan tersangka terhadap pemilik KSP Indosurya, Henry Surya sudah dilakukan pihak Kepolisian sejak setahun lalu.

"Kapan akan dilimpahkan berkas? Kerugian Rp 15 triliun, aset mana yang disita? Kapan Henry Surya ditahan padahal syarat penahanan terpenuhi?," tanya Alvin Lim.

"Bantu perjuangan kami, dengungkan agar seluruh masyarakat tahu Polri perlu dibenahi," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, berlarutnya penanganan kasus penipuan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya diungkapkan Direktur Tipideksus Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Helmy Santika disebabkan sejumlah faktor. 

Satu di antaranya pengajuan bukti baru, yakni putusan perjanjian perdamaian (homologasi) yang disampaikan tersangka Henry Surya. 

"Tersangka Henry Surya mengajukan bukti baru berupa putusan perjanjian perdamaian (homologasi) atas gugatan PKPU," kata Helmy. 

Atas dasar tersebut, penyidik mempertimbangkan mekanisme hukum lainnya.  Mengingat sejumlah korban berharap kerugian atas kasus penipuan KSP Indosurya dapat dikembalikan lewat terbitnya putusan PKPU tersebut.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan