Kampanye Hitam di Ujian SD, Mas Nadiem Kecolongan?

IN
Oleh inilahcom
Selasa 08 Juni 2021
share
Menteri Pendidikan Nadiem Makarim

INILAHCOM, Jakarta - Ketika pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mendukung industri sawit nasional, kampanye hitam justru marak terjadi di tanah air. Menteri Nadiem kecolongan?

Ceritanya, dalam soal ujian Penilaian Akhir Tahun (PAT) siswa kelas V Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Siak, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, jelas-jelas mengandung kampanye hitam kelapa sawit.

Di mana, saat tes pada Senin (7/6/2021), ada soal IPS bernomor 17 yang berbunyi: Dampak negatif interaksi manusia dengan lingkungan pada perkebunan kelapa sawit adalah.

Pertanyaan ini dilengkapi empat jawaban ganda yang harus dipilih siswa yaitu A. Meningkatkan lapangan pekerjaan; B. Meningkatkan pembangunan daerah; C. Berkurangnya sumber daya air; D. Pemukiman penduduk semakin banyak.

Atas kejadian ini, DPP Forum Mahasiswa Sawit (FORMASI) meminta Menteri Pendidikan dan Riset Teknologi, Nadiem Makarim melakukan investigasi. Kalau perlu memeriksa dinas pendidikan setempat. Pertanyaan tersebut, terkesan memojokkan industri kelapa sawit di dalam negeri. Sehingga persepsi siswa SD di kawasan sentra sawit itu, bakalan negatif.

"Kami protes soal ujian yang ditujukan kepada siswa Sekolah Dasar Kabupaten Kampar, Riau. Karena pertanyaan tersebut cenderung mendiskreditkan sawit," ujar Ketua DPP Formasi Indonesia, Amir Aripin Harahap, Senin (7/6/2021).

Ia menilai, ada upaya penggiringan opini yang terstruktur, sistematis dan massif agar kaum milenial Indonesia membenci industri sawit dari hulu hingga hilir. "Itu bahaya, kalau anak sekolah dasar sudah dimanfaatkan dengan pertanyaan seperti itu," kecam Amir.

Selanjutnya, Amir berharap agar pertanyaan seperti itu, jangan terulang lagi. Suka atau tidak, perekonomian Indonesia saat ini, ditopang dari industri sawit nasional. Selain itu, Presiden Jokowi memberikan perhatian serius kepada kelapa sawit Indonesia pada 7 tahun terakhir.

Dia juga mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Kampar mengevaluasi dan menegur sekolah SD di Kabupaten Kampar tersebut. "Kami minta agar Bapak Menteri Pendidikan mengevaluasi dan menegur pihak SD itu. Agar hal semacam ini tidak terulang lagi di seluruh sekolah di Indonesia. Dinas Pendidikan itu tugasnya mendidik anak-anak sekolah, bukan malah sibuk berkampanye negatif dengan memanfaatkan siswa," tegas Amir.

Ada dua kemungkinan munculnya pertanyaan seperti ini. Pertama, kemungkinan pihak yang membuat soal ujian tidak mengerti soal sawit. Kedua, pembuat soal mengerti dan secara sengaja untuk menyampaikan informasi yang salah soal sawit.

"Jika yang membuat soal tidak mengerti maka tugas kami salah satu organisasi pemerhati sawit memberi pengertian, Namun yang paling berbahaya jika yang kedua tadi,. Wah ini bahaya, benarlah jika Gerakan TSM untuk membangun citra negatif tentang sawit sudah berada pada titik mengkwatirkan, ya benar," pungkas Amir. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA