Gelar Perkara, KTP dan Surat Kuasa Dipalsukan

IN
Oleh inilahcom
Kamis 10 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Bareskrim Mabes Polri kembali menggelar Gelar Perkara kasus mafia tanah di Jawa Tengah dengan terlapor pria berinisial AH pada Rabu, 9 Juni 2021. Dalam gelar perkara ini terungkap temuan adanya pemalsuan surat kuasa dan KTP yang diduga dilakukan oleh AH, dengan korban atas nama Kasmadi.


Kasmadi merupakan satu dari 15 korban mafia tanah dengan kerugian total sekitar Rp95 miliar. Kasmadi menjadi korban dalam kasus jual beli tanah miliknya yang ada di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.


"Gelar Perkara hari ini menyidangkan laporan Kasmadi sebagai korban penipuan oleh AH. Indikasinya sangat kuat, karena Kasmadi gak pernah memberikan surat kuasa jual untuk objek tanahnya yang ada di Kudus. Sehingga Kasmadi dengan adanya tanah miliknya yang telah berganti nama dan ada akte jual beli dengan AH dan AH sudah menjadikan tiga obyek tanahnya ini jadi hipotek di bank," kata Lukmanul Hakim, Kuasa Hukum 15 korban Mafia Tanah Jawa Tengah, di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021.


Padahal kata Lukman, Kasmadi tidak pernah memberikan surat kuasa jual kepada AH. Namun tiba-tiba ada surat kuasa tersebut.


"Jadi di sini, akhirnya Kasmadi melaporkan adanya fakta surat kuasa jual. Surat kuasa jual ini memang dicreat oleh Nurwaida yang merupakan relasi dari AH. Nurwaida adalah staf yang membuat draf akta kuasa menjual," ujarnya.


"Nurwaida akhirnya dianggap sebagai pelaku, sehingga ditetapkan sebagai tersangka."


Namun yang jadi masalah selanjutnya kata Lukman, kasus ini seakan berhenti di nama Nurwaida dengan menghilangkan peran AH. Padahal dalam Gelar Perkara yang digelar hari ini terungkap bahwa Nurwaida hanya menjalankan perintah dari AH.


"Nah ini yang kita klarifikasi dalam gelar perkara. Hasil gelar perkara tadi terungkap tim kuasa hukum Nurwaida memaparkan bahwa ada peran yang sangat penting terhadap manipulasi dan pemalsuan surat kuasa tadi, di mana surat kuasa itu minuta aslinya tdk ada. Dia terbit kayak hantu yang muncul, di mana ada surat kuasa seolah-olah dari Kasmadi ke AH. Padahal logika kenotariatannya itu harus minuta aslinya ada," kata Lukman.


Faktanya kata dia, di minuta aktanya tidak pernah ada pemberian kuasa jual dari Kasmadi kepada AH.


"Yang perlu diingat, Kasmadi juga tidak pernah tanda tangan akta jual. Ia cuma pernah kasih tanda tangan di kertas kosong, ternyata yang keluar salinan akta yg direkayasa. Misalnya tentang alamat AH, KTP-nya palsu. Beda dengan minuta aktanya. Obyek tanah kan di Kudus. Sebenarnya, kalau dia alamat Semarang, dia tidak bisa bertransaksi di Kudus, karena lahan tersebut masih jadi lahan status pertanian."

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA