Temui Kabareskrim, UAH Bahas Cinta Tanah Air

IN
Oleh inilahcom
Jumat 11 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ustaz Adi Hidayat atau biasa disebut UAH menyambangi Kabareskrim Komjen Agus Andrianto di kantor Bareskrim Polri untuk silaturahmi dan diskusi seputar perkembangan dan dinamika sosial, hukum dan kebangsaan di tanah air.

UAH yang didampingi oleh Fahd Pahdepie dan James Martin dari Amanat Institute serta tim pengacara menyampaikan keprihatinan mendalam kepada Kabareskrim dimana saat ini pemerintah tengah menangani berbagai masalah sosial ekonomi saat ini. Karena banyak pihak-pihak yang kerap menjadikan situasi yang darurat ini sebagai momentum untuk memecah belah bangsa baik dengan menciptakan narasi-narasi adu domba di media sosial.

UAH pun menyatakan kerap menjadi korban fitnah para pegiat medsos yang tujuan nya hanya mencari sensasi saja bahkan lebih dari itu menciptakan kegaduhan nasional dengan ucapan yang tidak sesuai fakta dan berujung fitnah. UAH berharap hal-hal yang dapat merugikan bangsa dan negara dapat diredam dan ditindak oleh Polri melalui mekanisme dan proses yang baik sesuai aturan dan hukum yang tegas.

"Saya rasa peran Bareskrim Polri sudah sangat besar dalam upaya mengawasi dan menertibkan banyaknya permasalahan sosial yang dapat berimbas ke masalah hukum dengan kinerja yang sangat profesional saat ini dan kami siap memberikan dukungan kepada Mabes Polri dalam rangka sosialisasi kebijakan Polri dalam hal menjaga ketertiban dan keamanan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia baik melalui media dawah dan pembinaan yang tepat sasaran," ujarnya.

Kabarekrim Komjen Agus Andrianto pun menyampaikan tentang bagaimana kesalahpahaman sering terjadi di tengah-tengah masyarakat akibat pihak-pihak tertentu yang mencitrakan negatif kepada satu sama lain. Termasuk kepolisian. "Padahal Polisi pasti bergerak dan bertindak berdasarkan objektivitas," Kata Agus.

Di tengah segala kisruh yang ada,menurut dia, negara memang perlu hadir untuk menjadi penengah yang arif. Tetapi di saat yang bersamaan, posisi negara juga jangan dihakimi dulu, dicurigai, dinyinyiri, dan seterusnya. Karena pada dasarnya yang mengikat adalah undang-undang dan koridor hukum yang berlaku.

"Sinergi yang baik antar semua pihak adalah sesuatu yang paling dibutuhkan bangsa hari ini. Semua harus bergerak pada satu tujuan mulia yang sama, berkolaborasi dalam satu frekuensi kebaikan yang sama, terhubung satu sama lain dengan jembatan rasa yang sama, yakni rasa cinta pada bangsa dan negara ini," tegasnya.

UAH menanggapi dengan menyampaikan pandangan-pandangan disertai dakwah ringan sangat disambut baik oleh Komjen Agus dengan ajakan bersama-sama dengan Pemerintah dan masyarakat untuk bijak dalam menyampaikan kritikan dan bertindak agar tidak menambah beban semua pihak termasuk aparat penegak hukum yang tengah berupaya menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi dimasa pndemi ini.

Pertemuan tersebut ditutup dengan niat tulus kedua tokoh ini dengan saling mendoakan dan menyatakan dengan tegas bahwa menjaga persatuan dan cinta tanah air sebagai perwujudan bela negara itu merupakan sebagian daripada iman. [ton]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA