Program SSW

Jurus Kementan Pilih Pemuda Tani Magang ke Jepang

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 12 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Ketindan - Kementerian Pertanian (Kementan) serius dalam menyelenggarakan Magang Pemuda Tani Program Specified Skilled Workers (SSW) guna meningkatkan sumber daya sektor pertanian.

Asal tahu saja, program SSW Kementan merupakan salah satu dari tiga program aksi Kementan yang diamanatkan kepada Eselon I Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) yakni pada bidang Penyuluhan, Pendidikan dan Pelatihan.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyatakan dukungannya bahwa penyiapan tenaga kerja harus dilakukan. "Kita membutuhkan petani muda yang siap bersaing secara global. Untuk itu, kemampuan tenaga tani harus disiapkan, salah satunya melalui program magang," ujar Mentan Syahrul.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyampaikan, sesuai arahan Menteri Pertanian, perlu disiapkan petani muda untuk terjun ke bisnis pertanian. "Baik level nasional maupun level internasional. Salah satu caranya dengan magang ke Jepang melalui Program SSW," ujar Dedi.

Menurutnya, magang merupakan salah satu metoda pembelajaran yang efektif sebagai solusi untuk menjawab kebutuhan serta masalah yang dihadapi dalam pengembangan SDM pertanian. Melalui magang, peserta melakukan proses pembelajaran sambil mengalami langsung kondisi nyata usaha tani. "Program magang ini bertujuan memberikan kesempatan kepada pemuda tani Indonesia belajar tentang tata kelola pertanian yang maju, mandiri, dan modern di Jepang dengan harapan ilmu yang diperoleh itu dapat diterapkan ketika kembali ke tanah air," tambah Dedi.

Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan salah satu UPT Pelatihan dibawah BPPSDMP Kementan yang menjadi tempat seleksi program magang SSW. Kegiatan dibuka Sekretaris Badan PPSDMP, Siti Munifah. Di hadapan 30 pemuda yang berasal dari provinsi Jawa Timur hadir dalam pembukaan pada Selasa (10/6), Siti Munifah berpesan "Apapun yang dilatihkan dan diberikan, tidak akan sukses jika tanpa kesungguhan dan komitmen dari semua peserta magang, semuanya akan sia-sia," tegas Siti.

Kepada Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur yang turut hadir Siti Munifah menambahkan agar menyiapkan dan memotivasi generasi muda untuk bisa menjadi job creator, job seeker yang terkualifikasi sehingga bisa diterima bekerja.

Sementara Kepala BBPP Ketindan, Sumardi Noor menambahkan untuk meningkatkan kompetensi dalam hal mengakses teknologi, modal, pasar, dan manjemen, mutlak harus menciptakan pemuda tani yang berjiwa wirausaha, mandiri, inovatif, kreatif, berwawasan global, dan profesional.

"Mari kita wujudkan akselerasi yang memberikan dampak positif, karena sektor pertanian menjadi tumpuan pembangunan ekonomi nasional," ujar Sumardi.

Pelaksanaan magang pemuda tani akan dilaksanakan selama 75 hari, selama 53 hari bertempat di BBPP Ketindan, dan 22 hari di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya P4S Yoganik Probolinggo. Sedangkan instruktur atau fasilitator berasal dari widyaiswara BBPP Ketindan, pengajar dari Universitas Negeri Surabaya, Ikatan Alumni Magang Jepang (Ikamaja), dan P4S Yoganik Probolinggo. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA