Bursa Pilpres 2024

Pro Mega Centre: 12 Nama Layak Dampingi Megawati

IN
Oleh inilahcom
Senin 14 Juni 2021
share
Direktur Pro Mega Centre, Mochtar Mohamad

INILAHCOM, Jakarta - Masih tiga tahun lagi, potret Pilpres 2024 semakin sulit ditebak. Sejumlah nama bermunculan termasuk Ketua UMUM PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Siapa pendampingnya?

Direktur Pro Mega Centre, Mochtar Mohamad menyebut setidaknya ada 12 nama yang dinilai berpeluang menjadi calon wakil presiden (cawapres), mendampingi Megawati di Pilpres 2024.

Dengan modal politik 128 kursi di DPR, Megawati boleh dibilang sudah punya tiket untuk melenggang sebagai capres 2024. Tinggal menentukan saja, siapa cawapres yang bisa menambah suara signifikan, atau memperbesar dukungan. Nama-nama tersebut, bisa merupakan tokoh dari internal PDI Perjuangan, tokoh partai politik, atau tokoh nasional di luar partai. Kalau ditotal jenderal jumlah tokokhnya ada 12 nama.

Untuk tokoh dari dalam partai, Mochtar menyebut nama Joko Widodo (Jokowi) dan Ganjar Pranowo. Kemudian dari tokoh partai yang berpeluang menjadi mitra koalisi, ada nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Ditambang, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Saihu, politikus Partai Nasdem Rahmat Gobel, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Manoarfa.

Adapun tokoh nasional di luar partai yang berpeluang adalah Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siraj. "Figur-figur itu dianggap punya modal politik dan modal sosial yang cukup untuk mendampingi Ibu Megawati," kata Mochtar.

Menurutnya, Megawati yang berhasil menghadapi krisis multidimensi saat menjadi Presiden (2001-2004), telah diakui secara akademik dengan penganugerahan Profesor Kehormatan (guru besar tidak tetap). "Beliau sangat tepat untuk memimpin Indonesia yang juga dihadapkan pada situasi ancaman krisis multidimensi," tuturnya.

Dari sisi politik, kata mantan Wali Kota Bekasi ini, Megawati punya modal kuat yakni tiga pilar partai. Pilar pertama struktural partai mulai dari pusat hingga anak ranting (RW) yang solid. Pilar kedua kader di legislatif di DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota yang saat ini terbanyak diantara semua partai.

"Pilar ketiga, kader di eksekutif mulai dari Presiden, Menteri, hingga kepala dan wakil kepala daerah tingkat provinsi dan kabupaten/kota yang juga terbanyak diantara semua partai," tuturnya.

"Tiga pilar partai itu dipastikan solid, komopak, satu rampak barisan dalam satu komando Ketua Umum Ibu Megawati," imbuh Mochtar yang juga Ketua Deklarasi Mega-Prabowo di Pilpres 2009 itu.

Pengalaman kepemimpinan di era krisis serta modal politik Megawati itu, kata Mochtar, bakal semakin ideal ketika berpasangan dengan salah satu dari 12 nama tersebut. Hal positif lainnya, dengan kepemimpinan Megawati ke depan adalah untuk kesinambungan pembangunan yang sudah berjalan dengan baik dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi selama dua periode. "Artinya, pembangunan yang sudah berjalan dengan baik itu tinggal dilanjutkan, dan ditingkatkan," terang mantan ekskutif dan legislatif dari PDI Perjuangan ini.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA