Awas, Investasi Bodong Pakai Nama Trading Ternama

IN
Oleh inilahcom
Senin 14 Juni 2021
share
 

Penipuan berkedok investasi atau investasi bodong marak terjadi di masyarakat. Meskipun sudah banyak memakan korban, namun sampai saat ini masih ada saja yang tergiur tawaran investasi tersebut.

Terbaru, kasus ini dialami pelatih Investasi Saham dan Derivatif yang juga CEO dan founder Lumen Capital Resources dan Akela Trading System, Hary Suwanda. Ia melaporkan adanya akun Telegram Group palsu Akela Trading System yang dibuat oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Oknum ini, kata dia, menawarkan investasi atau titip dana yang menjanjikan keuntungan besar.

Khawatir banyak orang tertipu dan dirugikan karena investasi bodong, Hary yang juga dikenal sebagai penulis buku Rahasia Bebas Finansial dengan Berinvestasi di Pasar Modal dan Tetap Untung Ketika Saham Turun, kemudian melaporkan kasus ini ke kepolisian.

"Saya mengimbau masyarakat untuk tidak percaya dengan tawaran investasi yang ditawarkan oleh siapapun dengan mengatasnamakan Hary Suwanda atau Akela Trading System. Saya selaku pemegang merek Akela Trading System tidak pernah menawarkan atau menerima investasi atau titip dana dalam bentuk apapun dan tidak pernah menawarkan investasi yang menjanjikan keuntungan pasti dalam jumlah apapun," kata Hary dalam siaran pers, di Jakarta.

Akela Trading System adalah program pelatihan investasi dan trading saham dari PT Cahaya Pendar Gumilang. Hary Suwanda sendiri merupakan profesional trader dan investor US Stock Market dan Derivatives Trainer, direktur PT Cahaya Pendar Gumilang, founder Lumen Capital Resources dan Akela Trading System.

Dia mulai memberikan pelatihan investasi saham dan derivative sejak tahun 2004, dan sejak tahun 2017, ia menggunakan sistem trading kuantitatif yang diberi nama Akela Trading System. Pelatihan ini juga dilengkapi dengan program mentoring melalui Telegram Group Akela Mentoring Program, dengan admin Telegram @AkelaTrader yang tidak lain adalah dirinya sendiri.

"Parahnya lagi, admin group tersebut menggunakan nama @Hary_Suwanda, lengkap dengan foto lama, yang nampaknya diambil dari sampul buku pertama yang berjudul Rahasia Bebas Finansial dengan Berinvestasi di Pasar Modal yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, terbit 2009," sebut Hary.

Hary Suwanda menyebutkan sudah melaporkan dugaan terjadinya tindak pidana informasi dan transaksi elektronik ini ke pihak kepolisiasn pada 4 Juni 2021 lalu di Polda Jawa Timur.

"Hary Suwanda/ Akela Trading System/PT Cahaya Pendar Gumilang tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan kegiatan yang diadakan oleh pihak manapun yang mengatasnamakan/ memalsukan Akela Trading System/Hary Suwanda," tandas Hary.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA