Genjot SDM Pertanian di Aceh, Kementan Dipuji DPR

IN
Oleh inilahcom
Rabu 16 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Aceh - Sektor pertanian merupakan salah satu dari 17 sektor yang saat Pandemi COVID-19, pertumbuhannya berkontribusi 13,7% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia.


Dengan kata lain, pertanian adalah penyelamat ekonomi nasional. Mendukung pengembangan sektor pertanian salah satunya Kementerian Pertanian menempuh melalui pengembangan SDM yang handal.

Melalui salah satu Unit Pelaksana Teknisnya, Balai Pelatihan Pertanian Jambi bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam meningkatkan kompetensi SDM pertanian dalam bentuk pelatihan bagi Penyuluh dan Petani di Indonesia termasuk di wilayah Aceh. Hal ini ternyata mendapat apresiasi Komisi IV DPR.

Pelaksanaan Pelatihan Bagi Penyuluh dan Petani angkatan I dan II ini, diikuti 60 orang terdiri dari petani dan penyuluh yang berasal dari 25 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kabupaten Aceh Utara. Pelatihan dilaksanakan di aula Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh Kabupaten Aceh Utara, tanggal 15 s.d 18 Juni 2021.

Hadir dalam pembukaan ini, anggota Komisi IV DPR, Muslim; Anggota DPRD Provinsi Aceh, Tantawi. Sedangkan dari Dinas Pertanian Aceh Utara diwakili Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Aceh Utara, Erwandi; Dekan Fakultas Pertanian Malikussaleh, Mawardati.

Anggota Komisi IV DPR, Muslim, menyampaikan bahwa sektor pertanian yang bisa menopang ekonomi nasional sehingga penyuluh harus memanfaatkan waktu dan teknologi yang ada untuk terus belajar.

"Teruslah belajar manfaatkan waktu yang ada, sekarang teknologi ada digenggaman mansing-masing kita sebagai insan pertanian penyuluh dan petani harus punya program yang dapat berkontribusi bagi pembangunan pertanian," papar Muslim.

Muslim pun berpesan kepada petani Milenial untuk memanfaatkan waktu dan peluang yang ada. "Kesempatan tidak datang dua kali, peluang sektor pertanian sangat besar, milenial wajib terjun langsung karena masa depan bangsa nantinya akan berada di generasi milenial ini, " tandas Muslim.

Pelatihan yang diikuti oleh penyuluh dan petani milenial ini disajikan dengan materi yang kaya inovasi Teknologi dan langsung diberikan oleh Rahmat Kartolo dari Asosiasi Ahli Nutrisi dan Pakan Indonesia (AINI) Aceh bidang Riset dan Diseminasi Teknologi. Ia menjelaskan tentang deteksi Birahi pada ternak sapi dan pembuatan mineral blok.

Selain itu, peserta juga disuguhkan materi dari Selvy Handayani yang merupakan dosen Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh tentang perbanyakan tanaman modern menggunakan teknik kultur jaringan tanaman dan penanaman eksplan biji menggunakan teknik kultur jaringan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan, Pertanian merupakan salah satu sektor yang berperan dan berkontribusi besar terhadap perbaikan ekonomi sehingga membangun pertanian harus dilakukan bersama.

"Harus kita sadari bahwa kita adalah kesatria dan pahlawan bangsa karena mempunyai tugas menghadirkan makanan yang sehat dan bergizi. Oleh karena itu, sebagai ujung tombak teruslah berjuang menghadirkan pangan bagi 270 juta orang," kata Mentan SYL.

Pernyataan yang didukung oleh rilis data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa pertanian sepanjang tahun tumbuh 1,75 % di tahun 2020 saat sektor lain lesu dihantam oleh pandemi COVID-19.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan salah satu faktor penting dalam membangun pertanian adalah SDM. "BPPSDMP akan terus berupaya agar skill, pengetahuan, kemampuan, juga kapasitas SDM pertanian Indonesia meningkat, baik penyuluh, petani, petani milenial, poktan maupun gapoktan," ujar Dedi.

Pada kesempatan ini Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kab. Aceh Utara, Erwandi juga menambahkan Kabupaten Aceh Utara merupakan sentra lumbung Pangan bagiProvinsi Aceh. "Untuk itu SDM pertanian Aceh utara harus Handal, meskipun sekarang kondisi penyuluh dan jumlah Desa binaan tidak seimbang. Melalui pelatihan ini kami berharap petani dan penyuluh dapat mengupgrade pengetahuannya sehingga dapat mensukseskan pembangunan pertanian di Aceh Utara," ungkapnya. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA