Hari Lingkungan Hidup Dunia

Didukung GGGI, KLHK Gelar Pameran Proklim Virtual

IN
Oleh inilahcom
Jumat 18 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar pameran virtual "Upaya Nyata di Tingkat Tapak untuk Mendukung Komitmen NDC Indonesia".

Acara yang didukung Global Green Growth Institute (GGGI) ini, dihadiri lebih dari 500 peserta, diadakan dalam rangka merayakan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya aksi adaptasi dan mitigasi di tingkat tapak melalui ProKlim.

Pada pameran virtual, peserta diajak untuk mengenali dan mengikuti aksi-aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang sudah dilakukan berbagai lokasi percontohan dengan pendampingan Balai Pengendalian Perubahan IklimKebakaran Hutan dan Lahan (PPI-KHL) di lima wilayah.

Pelaksanaan ProKlim didasari oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 84 Tahun 2016 (Permen LHK No. 84/2016) tentang Program Kampung Ikim. Berdasarkan peraturan tersebut, ProKlim dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah administratif paling rendah setingkat RW atau dusun dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa.

ProKlim sendiri merupakan bentuk aksi nyata untuk berkontribusi dalam pelaksanaan komitmen iklim Indonesia di ajang internasional, yakni Ketetapan Kontribusi Nasional (Nationally Determined Contributions/NDC).

Di mana, NDC Indonesia meliputi komitmen mitigasi yang mencakup penurunan emisi GRK sebesar 29% dengan upaya sendiri, hingga 41% dengan bantuan internasional, juga komitmen adaptasi untuk membangun ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan penghidupan, serta ketahanan ekosistem dan lanskap dari dampak perubahan iklim1 .

Dalam komitmen NDC, terdapat peran non-Party Stakeholders (NPS), yang terdiri dari masyarakat, sektor swasta, lembaga keuangan, dan pemerintah daerah dalam dukungan aksi untuk mengurangi emisi serta membangun ketahanan dan mengurangi kerentanan terhadap dampak negatif perubahan iklim. Dalam hal ini, ProKlim merepresentasikan masyarakat sekaligus entitas terkecil dari pemerintah daerah di level tapak yang memiliki peran tersebut.

Beberapa aksi nyata telah dilakukan oleh ProKlim di seluruh Indonesia dan akan dipamerkan di pameran virtual ini. Salah satu contoh aksi adaptasi perubahan iklim dalam mendukung ketahanan pangan adalah melalui pengembangan perkebunan mandiri yang ramah lingkungan, yaitu pertanian sayuran dan obat-obatan yang memanfaatkan lahan tidur, pekarangan rumah daratan dan di atas laut hal ini dapat dilihat contohnya di Kelurahan Kampung Bugis, Kota Tanjung Pinang, Provinsi Riau, warga mengupayakan ketahanan pangan.

Serupa di Kelurahan Kampung Bugis, RW. 23 Kelurahan Purwantoro, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur, yang juga mengembangkan perkebunan mandiri untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus kesejahteraan warga dengan memperjualbelikan hasil tani. Kemudian, di Desa Salassae, Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan, warga mengantisipasi kekeringan, banjir dan longsor dengan pembuatan embung, terasering, penampungan air hujan, serta penggalian lubang biopori dan rorak.

Sedangkan untuk aksi mitigasi yang dilakukan di ProKlim, bisa terkait dengan penanaman, perlindungan kawasan hutan oleh masyarakat sekitar hutan, pelaksanaan hutan desa di sekitar ProKlim dan berbagai aksi mitigasi di tingkat tapak lainnya.

Salah satu contoh pelaksanaan proklim terkait energi adalah di Desa Mensiau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, dimana warganya memanfaatkan panel surya untuk kebutuhan listrik mereka. Sementara di Kalimantan Timur, ProKlim-Mitigasi merupakan salah satu entitas yang menerima pembayaran berbasis hasil dari program Forest Carbon Partnership Facility - Carbon Fund (FCPF-CF).

Pameran virtual ini pun juga mengajak peserta mengenali upaya pengelolaan sampah, limbah padat dan cair di Kampung Margorukun, Kabupaten Manokwari Selatan, Provinsi Papua Barat.

Melalui pameran virtual ini, masyarakat umum diharapkan ikut serta dan mengajak lingkungannya berkontribusi dengan melakukan aksi-aksi nyata yang dapat mendukung pencapaian komitmen NDC Indonesia di tingkat tapak sebagaimana dilakukan lima wilayah ProKlim tersebut. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA