Mengaku Ditipu Pengusaha Polisikan Eks Direksi

IN
Oleh inilahcom
Jumat 18 Juni 2021
share
 

INILAHCOM Jakarta - Mengaku dirugikan, seorang pria berinisial NC melaporkan empat orang mantan direksi PTSukawarnaBumiLestari (SBL).

Dalam Laporan Polisi Nomor LP/1057/II/2018/PMJ/Ditreskrimum, mereka disangkakan telah melakukan tindak pidana pemalsuan dan penggelapan sesuai dengan Pasal 263 KUHP dan Pasal 266 KUHP dan Pasal 264 KUHP dan Pasal 372 KUHP.

Terkait hal tersebut, NC meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus yang merugikannya tersebut.

Tak hanya terbatas kepada para terlapor, tetapi juga meliputi notaris yang membantu melancarkan kasus dugaan tindak pidana pemalsuan atau penggelapan saham.

"Saya memohon kepada pihak Kepolisian untuk berkenan membawa saudara MWK dan kroni-kroninya, termasuk notaris yang membantu melancarkan perbuatannya ini sampai ke pengadilan, agar mendapatkan ganjaran sesuai dengan perbuatannya," ujar NC dalam keterangannya, Jumat (18/6/2021).

Lebih lanjut dipaparkannya, kasus dugaan tindak pidana pemalsuan atau penggelapan itu bermula sejak NC memiliki saham PT SBL sebesar 20 persen sejak tahun 2002.

Namun, seiring berjalannya waktu, saham yang dimilikinya justru menyusut hingga kurang dari 20 persen.

Hal tersebut diduganya karena adanya itikat buruk hingga jumlah kepemilikan sahamnya di PT SBL sengaja dikurangi.

Dirinya yang tidak terima kemudian melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pemeriksaan pun sampai ke tingkat kasasi hingga akhirnya NC memenangkan perkara.

Atas putusan majelis hakim tersebut, pengadilan mengijinkan PT SBL agar diaudit untuk mengetahui besaran keuntungan yang diperoleh PT SBL selama puluhan tahun.

Selain itu, pemeriksaan dilakukan untuk menghitung jumlah kerugian yang dialami NC atas tidak dibayarkannya dividen atas saham yang sengaja dihilangkan.

Sementara, berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor B/2/32/VI/RES.1.9./2021/Ditreskrimum tertanggal 16 Juni 2021, keempat terlapor telah ditingkatkan statusnya menjadi tersangka.

Penetapan status tersangka itu dilakukan setelah pihak kepolisian melakukan gelar perkara.

Dalam surat yang disahkan oleh Kompol Reza Mahendra Setligt itu, para tersangka diduga telah melakukan Tindak pidana pemalsuan atau penggelapan sesuai dengan Pasal 263 KUHP dan Pasal 266 KUHP dan Pasal 264 KUHP dan Pasal 372 KUHP.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA