Insentif Belum Dibayar Sejak Oktober 2020

Khawatirkan Nakes Tangani Pasien COVID Mogok Kerja

IN
Oleh inilahcom
Sabtu 19 Juni 2021
share
Foto Ilustrasi

INILAHCOM, Kendari - Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) khawatir tenaga kesehatan (nakes), khususnya yang menangani langsung pasien COVID-19 di rumah sakit itu bakal mogok kerja.

Direktur RSUD Kendari Sukirman mengatakan merasa khawatir akan adanya mogok kerja yang dilakukan para nakes yang berstatus honorer dan relawan sebab insentif mereka belum terbayarkan sejak Oktober 2020 hingga hari ini.

"Sejak Oktober 2020 sampai sekarang belum ada pembayaran jasa atau insentif tenaga kesehatan. Jadi ini yang membuat kekhawatiran. Takutnya, pasien membludak,nakestidak mau menangani pasien. Tentu juga itu bukan salah mereka," kata Sukirman.

Ia menyatakan sampai saat ini belum ada kepastian kapan insentif nakes yang sudah sekitar 10 bulan lamanya belum dibayar. Padahal, seluruh nakes yang ada sangat mengharapkan insentif tersebut.

"Belum ada kepastian, yang ada hanya janji-janji saja dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kasihan mereka (nakes). Kalau mereka mau mogok, ya, wajar dan saya tidak bisa apa-apa, karena saya tidak punya uang transpor, tidak ada uang makan," tutur Sukirman.

Ia berharap apa yang menjadi hak nakes bisa segera dibayarkan, mengingat saat ini pasien COVID-19 mengalami tren kenaikan dalam dua pekan terakhir.

"Bagaimana kita mau menekan, mau memaksa mereka, caranya pake apa? Sementara hak mereka tidak dipenuhi. Kalau pegawai, pasti mereka ada gaji. Kalau mereka (honorer) tidak diberi transpor, tidak ada uang makan, tidak mungkin mereka mau bertahan. Apalagi ini sudah sembilan bulan," pungkasnya. [tar]

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA