Lewat CVC,

BC Tawarkan Berbagai Fasilitas Sektor Kepabeanan

IN
Oleh inilahcom
Senin 21 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Menjalankan fungsinya sebagai Industrial Assistance, Bea Cukai kembali adakan program customs visits customer (CVC) di berbagai daerah. Program ini bertujuan untuk memberikan asistensi kepada industri dalam negeri serta sosialisasi mengenai ketentuan dan fasilitas kepabeanan yang diberikan oleh Bea Cukai.

"Bea Cukai akan selalu mendampingi dan membantu masyarakat, akan kami berikan berbagai fasilitas kepada pengusaha termasuk industri kecil menengah (IKM). Dengan adanya kegiatan CVC ini, kami harap dapat menjadi sarana menyalurkan informasi dan berbagai ketentuan yang dapat dimaksimalkan oleh masyarakat nantinya," ungkap Kepala Seksi Humas Bea Cukai, Sudiro.

Bea Cukai Marunda melakukan kegiatan CVC ke IKM Batik Marunda di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Marunda. IKM Batik ini merupakan hasil pelatihan dari Dekranasda DKI Jakarta kepada ibu-ibu penghuni Rusun Marunda agar lebih produktif dengan membatik.

Dalam kunjungan ini, dibahas terkait kendala dari industri ini, yaitu kurangnya sumber daya untuk mempormosikan produk, serta belum adanya legal standing. Bea Cukai Marunda menyampaikan harapannya agar IKM Batik Marunda segera memperoleh legal standing agar dapat melebarkan bisnisnya di pasar internasional dengan memanfaatkan fasilitas dari Bea Cukai.

Di Bekasi, pada Senin (14/06), Bea Cukai Bekasi berkesempatan mendampingi Direktorat Teknis Kepabeanan Bea Cukai untuk sambangi PT. Musashi Auto Parts Indonesia. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka monitoring Mitra Utama Kepabeanan yang berada di EJIP Industrial Park Plot 3J-2 Sukaresmi, Cikarang Selatan, Bekasi.

Dalam kunjungan ini, Bea Cukai menyampaikan beberapa hal seperti fasilitas MITA Kepabeanan, SOP pembuatan dokumen kepabeanan serta melakukan pengecekan IT Inventory. Diharapkan kunjungan ini dapat menjadi bahan evaluasi terhadap proses bisnis yang berjalan antara Bea Cukai Bekasi dan PT. Musashi Auto Parts Indonesia.

Selanjutnya, pada Kamis (17/06), Bea Cukai Telukbayur mengadakan kunjungan ke PT Pertamina (Persero) Integrated Terminal Teluk Kabung. Dalam kunjungan tersebut, Bea Cukai Telukbayur memberikan sosialisasi terkait Peraturan Menteri Keuangan No 201/PMK.04/2020 tentang Deklarasi Inisiatif dan Pembayaran Inisiatif. Mengingat komoditi yang diimpor oleh PT Pertamina merupakan barang komoditas di bursa berjangka, sehingga perlu disosialisasikan peraturan tesebut.

Di Sulawesi Utara, Bea Cukai Bitung mengadakan kegiatan CVC ke salah satu perusahaan di Kawasan Ekonomi Khusus Bitung, PT. Futai Sulawesi Utara, pada Kamis (17/06). Tujuan kunjungan ini adalah untuk mengetahui progres pembangunan pabrik yang berlokasi di daerah Tanjung Merah, Matuari, Kota Bitung tersebut.

"Diketahui progres pembangunan pabrik yang bergerak dalam pengolahan daur ulang kertas ini ditargetkan mencapai 70 persen pada Agustus 2021 dan uji produksi ditargetkan pada Desember 2021," ungkap Sudiro.

Tidak ketinggalan, di Kalimantan Selatan, Bea Cukai Kotabaru melaksanakan kunjungan ke satu-satunya kawasan pabean di wilayahnya yaitu PT. Arutmin Indonesia. Kunjungan ini difokuskan untuk memantau proses produksi ekspor komoitas batubara, dan pemantauan wilayah kawasan pabean PT. Arutmin Indonesia. Di akhir kunjungan, juga dibahas terkait kedala yang dihadapi perusahaan.

"Dengan program CVC ini, kami berharap akan ada perkembangan di berbagai sektor usaha di daerah hingga bisa melebarkan sayap usahanya. Bea Cukai akan siap membantu, memberikan bimbingan dan fasilitas, jadi manfaatkan," pungkas Sudiro.

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA