https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   24 June 2021 - 15:21 wib

DEN:Insentif Gas Industri Harus Adil & Bermanfaat

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Insentif penurunan harga gas bumi USD 6 per MMBTU untuk industri sebaiknya memberi manfaat untuk semua pihak. Kalau tidak, sebaiknya dievaluasi guna memberikan keseimbangan.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha mengatakan, untuk menurunkan  harga gas bumi sebesar USD6 per MMBTU sampai tingkat konsumen, negara harus berkorban mengurangi pendapatannya dari sektor hulu migas. Ini pun berujung pada berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) migas ke daerah. "Mengenai berkurangnya DBH perlu sosialisasi dalam keputusan negara untuk membikin harga murah pada gas," kata Satya, dalam IGS Webinar Series 6, Kamis (24/7/2021).

Menurut Satya, pelaksanaan kebijakan penurunan harga gas sebesar USD 6 per MMBUTU perlu dievaluasi secara menyeluruh, baik dari sisi penerimaan negara dari sektor hulu migas, pendapatan negara dari pajak dan daya saing industri yang mendapat insentif harga gas USD 6 per MMBTU. "Niatan kita membuat industri kompetitif ini sudah luar biasa. mudah-mudahan ada balance apa yang sudah dikorbankan," ujarnya.

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Arief Setiawan Handoko mengungkapkan, setoran pajak tujuh sektor industri yang mendapat penyesuaian harga gas pun merosot. Tercatat pada 2019 Rp 44,89 triliun, 2020 Rp 40,09 triliun dan kuartal 2021 sebesar Rp 10,23 triliun. "Dampak penerimaan pajak kalau dibandingkan 2019 ke  2021 pajak kok tidak meningkat, tetapi dari 2019 turun," ujarnya.

Arif menambahkan, ini disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19. "Perlu kita ingat ini dalam kondisi tidak normal, 2020 tekanan harga minyak rendah," lanjutnya.

Menurut Arif, Kebijakan penurunan harga gas penting untuk dievaluasi, dengan pertimbangan perekonomian dalam negeri. SKK Migas pun telah melakukan evaluasi terhadap tambahan industri yang mendapat insentif harga gas USD6 per MMBTU, dengan memperhatikan kemapanan industri.

"Tentunya untuk melakukan ini pemerintah sudah membentuk tim evaluasi melalui kepmen 169 K 2020 dari hulu sampai hilir melakukan evaluasi penetapan harga gas bumi, pengkinian data calon pengguna gas bumi, terkait penerimaan negara yang mengkompensasi penurunan harga gas," tandasnya.[tar]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Daftar Bank yang Raih Penghargaan Indonesia Top 40 Bank Awards 2021

Laju pertumbuhan ekonomi yang membaik pada kuartal kedua tahun 2021 sebaiknya harus dijaga bersama.
berita-headline

Kanal

BAP DPD RI Mediasi Tuntutan Masyarakat Adat Moi Maya

Badan Akuntabilitas Publik (BAP) DPD RI menggelar mediasi antara masyarakat adat Moi Maya dengan
berita-headline

Viral

Satu Jenazah Korban Kebakaran LP Tangerang Teridentifikasi

Satu dari 41 jenazah korban kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tangerang telah diidentifika
berita-headline

Viral

2.252 Varian Delta Terdeteksi di 33 Provinsi

Sebanyak 2.252 kasus varian Delta terpantau di 33 provinsi di Indonesia. Hal ini menjadikan setia
berita-headline

Viral

Bakal Dijual Tahun Ini, Mazda Ungkap Mobil Listrik Pertamanya

Mazda Motor Corporation mengungkap mobil listrik pertama mereka, yakni Mazda MX-30 EV, yang bakal