Semakin Rizieq Dizolimi Makin Besar Pengaruhnya

IN
Oleh inilahcom
Jumat 25 Juni 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai vonis empat tahun terhadap Habib Rizieq mencerminkan belum adilnya hukum di negeri ini.

"Pengadilan masih belum independen dalam memutus suatu perkara," kata Jamiluddin, dalam keterangannya, Jumat (25/6/2021).

Karena itu, lanjutnya wajar bila Habib Rizieq menyatakan banding untuk mendapatkan keadilan. Karena hak setiap warga negara untuk memperoleh keadilan.

Walaupun upaya banding Rizieq dinilai tidak akan banyak membantu keadilan bagi Rizieq. Sebab, ada kesan sekembali Rizieq dari Arab Saudi terus mendapat dakwaan yang terkesan dipaksakan.

"Namun, sebagai ikhtiar, memang seharusnya Rizieq mengajukan banding. Hanya saja, untuk saat ini jangan terlalu banyak berharap keadilan akan berpihak kepada Rizieq," ucapnya.

Secara politis, putusan empat tahun terhadap Rizieq dikhawatirkan akan menambah banyak anak bangsa yang simpati kepadanya. Para simpatisan Rizieq ini dapat menjadi kekuatan baginya menjalani hukuman yang dinilai tidak berkeadilan itu.

"Para pendukung Rizieq tersebar di Indonesia yang jumlahnya cukup besar. Mereka ini sangat militan yang dapat digerakan kapan saja oleh Rizieq," lanjutnya.

Karena itu, pengaruh Rizieq dalam kontestasi pilpres 2024 masih sangat besar. Hal ini tentu sangat diperhitungkan oleh siapa saja yang akan bertarung pada pilpres mendatang.

"Jadi, semakin Rizieq dizolimin, akan semakin besar pengaruhnya secara politis. Hal itu harusnya disadari lawan-lawan politik Rizieq," pungkasnya.


# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA