https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   26 June 2021 - 07:43 wib

Mendag Sambut Baik Pembatalan Safeguard Benang

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyambut baik pembatalan bea masuk antidumping (BMAD) atau safeguard atas produk Viscose Spun Yarn (VSY) atau benang sintetis oleh pemerintah India.

Lutfi menyebut keputusan itu menjadi kabar baik bagi pengusaha benang Indonesia di tengah pandemi Covid-19 karena kesempatan ekspor ke India makin besar.

"Ini menjadi kabar gembira terutama bagi industri tekstil sebagai salah satu industri andalan Indonesia. Pembatalan ini juga merupakan faktor pendukung pemulihan ekonomi yang menjadi salah satu fokus pemerintah saat pandemi," katanya, dikutip pada Jumat (25/6/2021).

Keputusan tersebut membuat rekomendasi Directorate General Trade Remedies (DGTR) India yang terbit 30 Desember 2020 tidak diterapkan. Dengan kebijakan itu, eksportir RI tidak akan dikenakan safeguard senilai US$0,25-US$0,44 per kilogram.

Dia menjelaskan kasus tersebut bermula pada 20 Januari 2020 ketika otoritas India menginisiasi penyelidikan antidumping untuk produk VSY dengan pos tarif/HS Code 55101110, 55101190, 55101210, 55101290, 55109010, 55109090 asal Indonesia, China dan Vietnam.

VSY merupakan benang sintetis yang dibuat dari serat tanaman atau pulp serat kayu yang digunakan untuk proses penenunan atau pembuatan kain dan karpet.

Sementara itu, Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana menjelaskan Indonesia menjadi salah satu pemain utama produk VSY di dunia. Produk tersebut juga sudah memiliki pasar yang cukup besar di India.

Indonesia menjadi negara eksportir terbesar kedua ke India setelah China. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kinerja ekspor VSY Indonesia ke India mencapai nilai tertinggi tahun 2019 sejumlah US$49,3 juta.

Nilai ekspor sempat turun menjadi US$32,6 juta pada 2020. Pada periode Januari-April 2021, nilai ekspor VSY Indonesia ke India juga turun 0,72% menjadi US$11,92 juta dari periode yang sama tahun lalu senilai US$12 juta.

Indrasari menambahkan pemerintah berkomitmen akan terus mengatasi berbagai macam hambatan akses pasar produk ekspor Indonesia. Dengan peningkatan ekspor itu, ia berharap ekonomi Indonesia dapat segera pulih.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Mendag Lutfoi Banggakan Dominasi Mebel dan Kerajinan RI di Pasar Dunia

Indonesia berpeluang merajai pasar furnitur (mebel) dan kerajinan dunia. Masuk akal, Indonesia ka
berita-headline

Viral

Erick Thohir Jamin Mendag Lutfi Bukan Sosok yang Suka Impor

Sejak awal, Presiden Joko Widodo mewanti-wanti para menteri untuk mengurangi ketergantungan terha
berita-headline

Viral

Mendag Lutfi Upayakan Harga Pakan Jagung bagi Peternak Turun

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya tengah mengupayakan agar harga pakan jagun
berita-headline

Viral

Neraca Dagang Surplus Besar Ekonomi Segera Pulih, Mendag Lutfi Sumringah

Dari hari ke hari, neraca perdagangan Indonesia menunjukkan pergerakan yang menggembirakan. Di ma
berita-headline

Kanal

Lutfi Harap Inilah.com Bantu Selesaikan Persoalan Negeri

Jurnalisme Solusi menjadi titik awal semangat Inilah.com memulai kembali sebagai media yang membe