https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   29 June 2021 - 07:08 wib

Proyek Perdana IFAD,YESS Gandeng Semua Stakeholder

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Denpasar - Sebagai proyek perdana IFAD, Program YESS yang diluncurkan untuk menumbuhkan petani milenial, menggandeng stakeholder terkait, baik kementerian maupun lembaga.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan, saat ini, Kementerian Pertanian (Kementan) fokus pada sejumlah hal. "Sejumlah fokus kita antara lain peningkatan produktivitas pangan pokok, memperlancar distribusi pangan, mempermudah akses transportasi, menjaga stabilisasi harga, mengembangkan buffer stock dan intervensi pasar melalui operasi pasar. Dan yang tak kalah pentingnya adalah regenerasi petani," kata Mentan SYL.

Sementara, Country Director IFAD, Ivan Cortez, pada National Workshop Multistakeholder Platform di Bali, 24 Juni 2021, menyampaikan Program YESS adalah Project pertama yang didanai IFAD diantara 100 negara lainnya. "Tujuan untuk menciptakan peluang bagi pemuda pertanian dengan mengembangkan keterampilan baru, menciptakan lingkungan yang tepat dan investasi," katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan, Kementan tidak dapat bergerak sendiri untuk mewujudkan regenerasi petani ini. "Oleh karena itu, diperlukan sinergi Kementerian/lembaga dalam penumbuhan wirausaha muda pertanian," katanya.

Dalam sambutannya secara  online  mengatakan, Dedi menambahkan, pemerintah menargetkan 2.5 juta petani milenial, melalui Program YESS diharapkan 2.5 juta petani milenial dapat tercapai. "Dan ini diperlukan campur tangan Kementerian/lembaga terkait untuk melakukan pendampingan secara intensif dalam menciptakan generasi milenial yang mampu mengelola sektor pertanian secara profesional," katanya.

Hadir pada pertemuan ini, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Koperasi, BAPPENAS, BAPPEDA, Dinas Pertanian yang menjadi District Implementation Unit (DIT) serta perwakilan dari Provincial Project Implementation Unit (PPIU) dari 4 provinsi lokasi program YESS (Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan).

Asisten Deputi II Bidang Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Perekonomian RR. Yuli Sri Wilanti, menyampaikan dukungannya terhadap program YESS saat hadir saat pembukaan. “Sektor pertanian mengalami kontribusi yang positif, terdapat penurunan 10% tenaga kerja yang bergerak dibidang Pertaniaan, Program YESS dapat menggerakkan petani milenial untuk berkiprah di bidang pertanian,” tutur Sri.

Disela acara, Kepala Pusat Pendidikan BPPSDP Kementan, yang juga Direktur Program YESS, Idha Widi Arsanti, mengatakan bahwa  melalui Program YESS dan PWMP Kementan menargetkan  terbentuk 2.5 juta petani milenial termasuk wirausahawan pada akhir 2021.  "Resonansi menjadi penting agar wirausahawan muda dapat ditracing," tuturnya.

Santi berharap, melalui National Workshop ini diharapkan permasalahan yang dihadapi dapat diselesaikan dan menjadi wadah untuk dapat megidentifikasi potensi pertanian di masing-masing daerah. [tar]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan