https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   29 June 2021 - 15:18 wib

Bank Mandiri Guyur Kredit Valas ke ZINC US$96 Juta

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Bank Mandiri meneken perjanjian kredit valuta asing (valas) dengan PT Kapuas Prima Coal Tbk (ZINC) senilai US$96 juta. Kredit ini dialokasikan untuk operasional serta modal kerja ZINC.

Dari total pinjaman tersebut, mayoritas dipakai untuk kebutuhan modal kerja serta belanja modal (capital expenditure) ZINC dalam menambah kapasitas produksi di sektor pertambangan mineral. Di samping itu, Bank Mandiri juga memberikan tambahan non cash loan sebesar US$ 14 juta.

Prosesi kerja sama tersebut ditandatangani VP Corporate Banking Bank Mandiri, Hamzah Syawaludin dan Direktur Utama ZINC Harjanto Widjaja serta disaksikan oleh SVP Corporate Banking Bank Mandiri Helmy Afrisa Nugroho dan Direktur Pengembangan Usaha ZINC Evelyn Kioe di Jakarta, Senin (28/6/2021).

Bank Mandiri mengatakan kerjasama ini merupakan salah satu strategi perusahaan untuk terus mendukung industri pertambangan dan diharapkan dapat mendorong percepatan pemulihan ekonomi ke depan. "Dukungan ini menjadi bukti realisasi Bank Mandiri untuk menjadi mitra finansial utama pilihan nasabah dengan berbagai produk keuangan utama yang diharapkan mampu mendukung pemulihan ekonomi ke depan," ungkap Helmy.

Helmy menambahkan, ke depan Bank Mandiri juga akan terus menggali potensi kredit di sektor-sektor prospek positif lainnya seperti Fast Moving Consumer Goods (FMCG), perkebunan sawit dan CPO, energi serta konstruksi.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Usaha ZINC Evelyn Kioe mengatakan sebagian dana hasil perjanjian kredit ini akan dipakai untuk memperkuat sisi produksi perusahaan seperti investasi infrastruktur penambangan guna menambah kapasitas produksi.

Salah satunya yakni pembangunan smelter yang berada di Kotawaringin, Kalimantan Tengah. Pembangunan fasilitas pertambangan tersebut direncanakan akan memasuki tahap commisioning pada kuartal III 2021 dan menjadi smelter pemurnian timbal pertama di Indonesia.

"Kami berharap dengan perjanjian kredit ini dapat memacu produksi sesuai dengan target sebelumnya, dan target penyelesaian smelter milik ZINC dapat berjalan baik sejalan dengan program hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah Indonesia," ungkapnya.[ipe]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Kanal

Ini Kartu Kredit Digital Pertama di RI, Prosesnya Hanya 60 Detik

Kompetisi antar bank dalam menggaet nasabah milenial, tampaknya semakin sengit saja. Di era digit