https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   30 June 2021 - 19:41 wib

Korban Tewas Tenggelam KMP Yunicee Jadi 7 Orang

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Banyuwangi - Korban meninggal akibat tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Yunicee di Selat Bali kini menjadi tujuh penumpang.

Kasi Ops Kantor Basarnas Surabaya I Wayan Suyatna di Banyuwangi, Jawa Timur, mengoreksi data yang tersebar di media sehari sebelumnya yang menyebutkan bahwa penumpang yang ditemukan selamat sebanyak 39 orang, bukan 33 orang.


"Jadi, tadi pagi kami bersama tim SAR lainnya menemukan satu korban meninggal dunia, di arah selatan dari lokasi tenggelamnya kapal, dan identitasnya perempuan," kata Wayan, Rabu (30/6/2021).

Menurut dia, jumlah penumpang (manifest) dan ABK KMP Yunicee ternyata bukan 53, melainkan 57 orang. Dari 57 orang tersebut, 39 orang di antaranya ditemukan selamat, tujuh orang meninggal, dan 11 orang lainnya belum ditemukan.


Wayan menambahkan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Surabaya, Jawa Timur, menurunkan satu Kapal Negara (KN) SAR Permadi dan dua unit kapal cepat untuk membantu upaya pencarian korban KMP Yunicee di Selat Bali.

"Fokus pencarian hari ini, 5 mil ke selatan dari lokasi kejadian dan lima mil ke utara dari lokasi. KN SAR Permadi sejak pagi tadi juga sudah melaksanakan operasi SAR di Selat Bali," ujarnya.

KMP Yunicee yang memuat penumpang dan kendaraan dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan laut Selat Bali pada Selasa (29/6) malam.

Korban yang ditemukan selamat pada Selasa (29/6) dibawa ke Palbuhan Ketapang dan pada Rabu ini sudah dijemput keluarganya setelah dilakukan pendataan dan penanganan medis di Posko Tanggap Darurat KMP Yunicee di Pelabuhan Ketapang. [tar]

 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Mending Aktif Tenggelamkan Kapal Asing Daripada Rajin Hapus Mural

Ribuan kapal asing termasuk milik Vietnam dan China terdeteksi rad