https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   30 June 2021 - 22:43 wib

Bea Cukai Sosialisasikan Aturan Pabean

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Secara berkesinambungan, Bea Cukai terus berupaya mengedukasi masyarakat akan ketentuan pabean yang berlaku melalui gelaran sosialisasi yang dilaksanakan oleh kantor-kantor pelayanan Bea Cukai di berbagai daerah.

Sosialisasi pabean yang dikemas dalam talkshow radio, webinar, dan asistensi langsung ditujukan kepada masyarakat luas dari berbagai lapisan, mulai dari masyarakat luas, mahasiswa, hingga pengguna jasa.

“Kami ingin meningkatkan pengetahuan masyarakat akan ketentuan pabean yang nantinya akan berdampak pada peningkatan kepatuhan pengguna jasa terhadap undang-undang yang berlaku," kata Kepala Seksi Humas Bea Cukai, Sudiro, pada Rabu (30/6/2021)

Dikatakan Sudiro media sosialisasi yang digunakan Bea Cukai beragam, salah satunya adalah melalui siaran radio di daerah, seperti Bea Cukai Tangerang yang bekerja sama dengan stasiun radio lokal 107,3 FM yaitu PT Suara Tunggal Angkasa Raya (STAR) Radio Tangerang untuk menyebarluaskan informasi kepabeanan.

Di awal Juni 2021 lalu, Bea Cukai Tangerang berkesempatan untuk mengudara melalui siaran langsung di STAR Radio 107,3 FM membawakan materi terkait ketentuan international mobile equity equipment (IMEI). Mengudara selama satu jam, regulasi IMEI secara umum dibahas tuntas, mulai ketentuan dan tata cara pendaftaran IMEI khususnya atas alat telekomunikasi yang dibawa penumpang luar negeri, hingga perhitungan pungutan bea masuk dan pajak dalam rangka impor yang dikenakan. Hal ini berlaku sejalan dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor SE-12/BC/2020 tentang Tata Cara Pendaftaran International Mobile Equipment Identity (IMEI) atas Perangkat Telekomunikasi Impor yang Dibawa oleh Penumpang atau Awak Sarana Pengangkut yang Telah Keluar dari Kawasan Pabean yang mulai berlaku sejak 18 April 2020.

“Bahwa dalam rangka menekan peredaran alat telekomunikasi ilegal, kami turut mendukung program pengendalian IMEI dengan berlakunya peraturan ini. Kini, pendaftaran IMEI atas alat telekomunikasi yang dibawa penumpang luar negeri dapat dilakukan di kantor pengawasan dan pelayanan Bea Cukai di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Sosialisasi ketentuan pabean melalui siaran radio juga dilaksanakan Bea Cukai Tembilahan dan Radio Gemilang 92.6 FM yang membahas fasilitas kepabeanan untuk meningkatkan perekonomian nasional, juga Bea Cukai Pasuruan yang mengudara di Radio Suara Pasuruan membahas ketentuan barang kiriman dan penipuan mengatasnamakan Bea Cukai. “Sosialisasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut aduan masyarakat yang menjadi korban penipuan mengatasnamakan Bea Cukai dan masih kurangnya pemahaman masyarakat terkait impor barang kiriman,” ungkap Sudiro.

Tak hanya melalui siaran radio, aturan kepabeanan juga disosialisasikan melalui webinar dengan mengundang mahasiswa, seperti yang dilaksanakan Bea Cukai Kediri yang menyambangi Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) Kediri untuk memberikan informasi tentang aturan impor dan ekspor.

“Webinar tersebut merupakan kegiatan yang sangat penting dan wajib bagi mahasiswa LP3I Kediri khususnya semester empat jurusan bisnis administrasi dan manajemen. Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan atau ilmu tambahan bagi mahasiswa, peningkatan soft skill sehingga mampu bersaing di dunia kerja dan menciptakan peluang kerja atau wiraswasta. Kami berharap mahasiswa LP3I memiliki kompetensi di bidang ekspor impor.
Pada era global seperti sekarang ini, arus keluar masuk barang dari dan keluar negeri sangatlah cepat. Supaya bisa terjun kedunia ekspor dan impor secara efektif, tentunya harus mempunyai wawasan yang mendalam tentang ekspor impor, baik dari segi peraturan maupun dari segi teknis di lapangan,” lengkapnya.

Selain itu, Sudiro menyebutkan cara lain yang ditempuh Bea Cukai dalam mensosialisasikan ketentuan pabean adalah dengan mengasistensi langsung para pengguna jasa. “Dalam rangka pelaksanaan piloting implementasi CEISA 4.0 dan sebagai upaya peningkatan peran teknologi informasi dan komunikasi Bea Cukai, Bea Cukai Makassar memberikan asistensi CEISA 4.0 kepada pengguna jasa,” sebutnya.

Ditambahkan Sudiro, kegiatan tersebut dibagi dalam beberapa sesi selama tiga hari berturut-turut. Dari sekitar enam puluh pengguna jasa yang diundang, setiap sesi hanya boleh dihadiri maksimal sepuluh pengguna jasa saja. “Melalui kegiatan asistensi ini, diharapkan pengguna jasa Bea Cukai Makassar dapat lebih mudah dalam mengoperasikan CEISA 4.0 dan tidak akan mengalami kesulitan ke depannya,” harapnya.

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan