Ekonom Indef 'Kapundut', Selamat Jalan Mbak Enny

IN
Oleh inilahcom
Jumat 02 Juli 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati meninggal dunia pada Kamis (1/7.2021). Enny meninggal akibat covid-19 yang menginfeksinya dalam sepekan.

Pada Kamis malam (1/7/2021), beredar kabar bahwa ekonom senior Indef, Enny Sri Hartati meninggal dunia. Setelah seminggu berjuang melawan COVID-19.

Berdasarkan keterangan dari koleganya, sesama ekonom Indef, Eko Listiyanto, informasi tersebut terkonfirmasi. "Benar, meninggal sekitar pukul 19.45," kata Eko, Kamis (1/7/2021).

Eko menjelaskan bahwa Enny meninggal akibat terpapar COVID-19, sejak sepekan ini. Enny sempat kesulitan mendapatkan rumah sakit karena penuh. Kondisinya sempat membaik. "Sempat membaik. Saturasi oksigennya yang sempat turun ke 70 naik lagi ke 92. Tapi Kamis pagi, sekitar 4.30, kondisi beliau drop," katanya.

Kini, semuanya hanya bisa mengenang analisa ekonominya yang cukup trengginas. Ditunjuk sebahgai Direktur Indef sejak 2011, lahir di Karanganyar, Jawa Tengah pada 27 Juli 1971.

Berkembang di lingkungan pedesaan, menempa Enny menjadi sosok yang mengerti betul bagaimana lika-luku kehidupan petani. Tak ayal, ia kerap terusik terhadap kebijakan pemerintah yang tak pro rakyat. Latar belakang itu pula yang membuatnya bertekad menempuh studi dalam bidang ekonomi.

Enny memperoleh gelar sarjana dan magister dari jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan di Universitas Diponegoro. Semasa kuliah ia telah menjadi peneliti dengan mengikuti penelitian-penelitian yang dilakukan para dosennya.

Setelahnya, Enny meraih gelar doktor program studi Ilmu Pertanian dengan konsentrasi Ekonomi Pembangunan di Institut Pertanian Bogor.

Sebelum menjadi direktur INDEF, Enny tercatat pernah menjadi staf ahli Komisi X DPR RI (2007-2010) dan mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (1996-2011).

Ia juga aktif menulis opini atau kolom di berbagai media cetak dan juga menjadi narasumber di berbagai seminar dan diskusi yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah seperti lembaga tinggi negara, BUMN, korporasi, asosiasi, media, partai politik, dan lembaga swadaya masyarakat (NGO).

Sebagai seorang ekonom, ia tak ragu memberikan masukan kepada pemerintah demi kesejahteraan masyarakat, terutama terkait makroekonomi dan sektor pertanian. Selamat jalan, mbak. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA