https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   02 July 2021 - 07:09 wib

Bangun SDM Pertanian Era Industri 4.0&Society 5.0

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Industri pertanian memasuki era evolusi industri keempat, biasa disebut era industri 4.0 dan society 5.0. Ditandai dengan penggunaan mesin otomatis terintegrasi dengan jaringan internet.  

Salah satu tujuan revolusi Industri 4.0 dan era society 5.0 di sektor pertanian adalah meningkatkan produktivitas pertanian secara efektif dan efisiensi. Untuk konsep pengembangan pertanian sendiri yang banyak dikembangkan yaitu konsep pertanian cerdas.

Petani dituntut untuk berpikir secara  inovatif dan kritis karena society 5.0 menawarkan masyarakat yang berpusat pada manusia yang membuat seimbang antara kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial. Salah satu contoh pertanian cerdas adalah Smart Green House, Smart Irrigation System.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengharapkan, inovasi teknologi revolusi industri 4.0 dan society 5.0  dapat menarik minat generasi muda untuk menumbuh kembangkan sektor pertanian dan dengan seiringnya berjalannya waktu lebih mencintai pertanian dan mau berusahatani di sektor pertanian. “Sumber Daya manusia (SDM) memegang peran sangat penting dalam pembangunan pertanian. Untuk itu Kementan menargetkan 2,5 juta petani milenial untuk mengisi serta mengembangkan sektor pertanian," tegas Mentan Syahrul.

Sementara, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, salah satu upaya untuk mencetak 2,5 juta petani milenial ditempuh melalui pendidikan vokasi pertanian.

“Melalui pendidikan vokasi yang dilaksanakan oleh Politeknik lingkup Kementan kita bentuk generasi milenial yang mampu  menerapkan perubahan tatanan pertanian sesuai dengan era society 5.0 seperti pemanfaatan sensor, pemanfaatan internet, inovasi teknologi, big data,pengoperasian alsintan tanpa awak, rice transplantor, Smart green house, serta marketplace online," tegas Dedi.

Pada kuliah umum yang mengambil tema Rekonstruksi pembangunan sdm di era society 5.0 secara virtual pada Rabu (30/06), Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan salah satu perubahan yang cukup cepat di era revolusi industri 5.0 adalah bidang teknologi pengaruhnya sangat besar dan lebih memudahkan manusia melakukan kegiatan dalam beberapa aspek kehidupan.

“Perubahan yang sangat cepat juga akan terjadi pada dunia Pendidikan dimana pengembangan disiplin ilmu yang harus menyesuaikan era tersebut. Beberapa indikator dalam penyelenggaraan pendidikan harus menyesuaikan terhadap kemampuan penguasaan teknologi, memecahkan masalah, artifisient teknologi, social networking, negotiation skill dan menyelesaikan konflik. Penyelenggaraan Pendidikan vokasi harus mulai merubah sistem pembangunan pendidikannya  ke pendidikan vokasi untuk kesiapan masa depan dengan kriteria trans diciplinery serta kemampuan multi skill," ungkap Prof Dwia.

Rektor Unhas ini juga menjelaskan kemampuan kognitif dan ijasah tidak lagi menjadi prioritas seleksi dunia kerja, era Society 5.0 untuk mendukung revolusi industri yang lebih fokus ke big data, menjadikan teknologi lebih humanis, lebih mengentaskan kemiskinan, dll. Era society 5.0 menjadikan industri 4.0 lebih humanis dan membantu kehidupan manusia dimana Pengetahuan tingkat tinggi  peserta didik akan lebih meningkat serta kemampuan emosional dan fisik skill akan berkurang

Di akhir sesi kuliah umum, Prof Dwia mengharapkan, lembaga pendidikan vokasi segera menyiapkan diri melalui desain pembelajaran dengan pola out the box, bahkan without box, tidak hanya belajar satu disiplin ilmu saja, melainkan harus integrated disiplin ilmu dan mendorong pengembangan passion specifik yang dimiliki peserta didik melalui stimulan (beasiswa). [tar]
    
    
   

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan