https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   05 July 2021 - 19:15 wib

Tebang Pilih PPKM, Anak Buah Cak Imin Melenggang?

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Sama-sama menggelar pesta nikah di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, ada perlakuan beda antara Lurah di Depok dan Anggota DPRD DKI.

Di mana, Lurah Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat berinisial S langsung dikenakan sanksi setelah videonya viral. Beda nasib dengan di DKI Jakarta, viral pesta pernikahan yang diduga digelar anggota DPRD DKI Jakarta inisial HI, tak ada respons.

Kabar yang beredar, HI merupakan politisi PKB DKI Jakarta. Dia disebut-sebut menikahkan puteranya di sebuah gedung mewah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara saat PPKM Darurat Jawa dan Bali diberlakukan 3-20 Juli 2021.

Dalam video tersebut, acaranya dihadiri banyak tamu. Bahkan ada beberapa anggota DPRD yang tersorot kamera. Selain video, undangan pernikahan putrinya HI juga beredar. Hingga berita diturunkan HI belum bisa dikonfirmasi. Berkali-kali dihubungi, telepon seluler anak buah Cak Imin, sapaan akrab Ketua Umum DPP PKB itu, tidak aktif.

Demikian juga layanan pesan WhatsApp (WA) tidak direspons. "Ini harusnya ditindak, tidak elok dan memberikan contoh buruk di masyarakat," tegas pengamat kebijakan publik, Adib Miftahul kepada wartawan, Senin (5/7/2021).

Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul mendesak Satgas COVID-19, memberikan sanksi kepada H. "Di mata hukum semua sama. Saya harap hal ini tidak terulang, jangan sampai ada asumsi pejabat boleh gelar pesta tapi rakyat kena sanksi. Lurah di Depok saja kena, kenapa DPRD tidak," terangnya.

"Kalau tidak ada tindakan, kami akan laporkan masalah ini ke Pak Luhut sebagai penanggung jawab PPKM darurat Pulau Jawa dan Bali," imbuh Adib.

Adib juga meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD DKI Jakarta segera memanggil HI. "Kalau BK tidak bertindak ada kesan tebang pilih ini," ungkap Adib.

Sekedar mengingatkan, video lurah Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, viral di jagad maya. Dalam resepsi pernikahan itu, jelas melanggar PPKM Darurat. Acara resepsi pernikahan itu dihadiri banyak orang. Dalam video yang beredar, terlihat tamu undangan berkerumun di dalam tenda resepsi. Mereka tampak berjoget bersama.

Selain itu, para tamu tampak mengenakan masker. Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratna Nurdianny mengatakan pihaknya telah melakukan penyegelan saat acara berlangsung. Hal ini dilakukan agar kegiatan dihentikan. "Betul (melakukan penyegelan)... penyegelan dimaksudkan agar kegiatan berhenti," ujar Lienda saat dihubungi, Minggu (4/7/2021).

Sedangkan untuk lurah yang bersangkutan, Lies mengatakan hal ini menjadi kewenangan dari Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Dalam video lain yang beredar, terlihat petugas Satpol PP memberikan garis tanda pada pintu masuk tenda resepsi. Selain itu, para petugas membubarkan kerumunan dan meminta tamu meninggalkan lokasi.


 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan