https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   05 July 2021 - 20:48 wib

Setelah Surati Jokowi, Sugiarto Tanya Bos Bappebti

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Pasca menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi), Sugiarto Hadi, mempertanyakan bergemingnya Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Indrasari Wisnu Wardana.
    
Seperti diberitakan sebelumnya, Sugiarto Hadi mengklaim sebagai korban pialang berjangka komoditi dengan total kerugian Rp34 miliar. Ada dua perusahaan pialang berjangka yang ditudingnya harus bertanggung jawab yakni PT MIF dan PT SAM.

Sejatinya kasus ini sudah berlangsung lama. Pernah ditelusuri Bappebti pada 2015. Hasilnya, pihak Bappebti menyebut MFI tidak bersalah. Tak puas dengan hasil tersebut, Sugiarto tetp memperkarakannya.

Kasus ini dia laporkan kepada Presiden Jokowi. Sebelumnya, Sugiarto melapor ke Menteri Perdagangan (Mendag) M Lutfi hingga Ombudsman RI. Ironisnya, laporan itu tak merubah nasibnya. “Saya sudah melaporkan kasus saya ini, pada 8 Mei 2021 kepada Bapak Presiden RI Joko Widodo. Tetapi Kepala Bappebti ini, kok diam saja, yah. Ke Pak Mendag dan Ombudsman juga sudah lapor. Nah, seharusnya Kepala Bappebti bekerja dong. Panggil kedua belah pihak, tanyakan apa sih masalahnya, begitu," papar Sugiarto.

"Mosok, saya harus ajarin ayam bertelur? Jadi jangan diam aja dong. Tapi yang jelas jika Kepala Bappebti juga tidak bergeming, apa boleh buat, saya akan susul lagi laporan saya yang kedua kalinya ke Preisden Jokowi)," imbuh Sugiarto di Jakarta, Minggu (4/7/2021).

Sugiarto mempertanyakan diamnya Kepala Bappepti Indrasari Wisnu Wardhana. Sikap ini tak beda dengan pendahulunya, Sutriono Edi dan Sidharta Utama. Keduanya bahkan dicopot lantaran tak becus mengungkap masalah ini.

Kata Sugiarto, mengurai masalah ini, sejatinya cukup mudah dan sederhana. Perlu adanya itikad baik dari Kepala Bappebti. Kasus yang membuatnya kehilangan dana miliaran itu, jelas-jelas bentuk kejahatan pialang.

“PT MIF dan PT SAM kan melakukan delay reject dan split atas transaksi saya waktu itu. Saya ada bukti rekaman elektroniknya secara lengkap. Naifnya, Bappebti saya duga tidak jujur. Padahal, sebuah artikel ditulis Komisaris Jenderal Pol Ari Dono Sukmanto (mantan Kabareskrim Polri) yang tayang  di website Bappepti mengenai modus modus tindak pidana berjangka komoditi sudah  dijelaskan pada tahun 2011," tuturnya.

Ketika dihubungi, Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardana, bilang masih harus mempelajari masalah ini. Sejatinya, kasus investasi Forex yang membelit Sugiarto Hadi ini, memang mudah penyelesaiannya. "Kalau tidak salah sudah ada surat dari menteri perdagangan yang lama, ombudsman dan Bappebti sebelumnya mengenai masalah ini. Kalau ada perkembangannya, saya perlu pelajari dulu," bebernya.

Apabila pihak Sugiarto hadi merasa tidak puas, menurut Indrasari, bisa menempuh beberapa langkah pilihan. "Bisa pengadilan perdata atau arbitrase. Kalau memang meras ditipu, sebaiknya laporkan saja ke kepolisian," pungkasnya. [ipe]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan