https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   06 July 2021 - 12:29 wib

Tren Penurunan Volume Pengguna KRL Berlanjut

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - VP Corporate Secretary KAI Commuter,  Anne Purba menyampaikan memasuki hari keempat pada masa PPKM Darurat ini Selasa, (6/7/2021), layanan KRL berjalan kondusif.


Volume pengguna KRL pada hari kerja kedua awal minggu atau hari ke empat masa PPKM Darurat ini terus mengalami tren penurunan.


"Hari ini hingga pukul 08.00 wib, tercatat volume pengguna mencapai 64.870 pengguna. Jumlah tersebut turun 12% dibanding Senin kemarin di waktu yang sama, yaitu sejumlah 73.808 pengguna," kata Ane.

Meski jumlah pengguna terus menurun, KAI Commuter tetap memperketat protokol kesehatan dengan berbagai upaya. Salah satunya dengan pembatasan pengguna KRL dalam menjaga jarak aman antar pengguna. Hal ini diperlukan sehubungan aturan jumlah pengguna yang diizinkan di dalam tiap kereta pada masa PPKM Darurat ini adalah 52 pengguna, lebih rendah dibanding sebelumnya yang diizinkan berisi 74 pengguna.

Untuk menjaga agar jumlah pengguna di dalam KRL sesuai aturan tersebut, KAI Commuter melakukan penyekatan yang lebih ketat di stasiun-stasiun ramai khususnya pada jam-jam sibuk pada pagi hari maupun sore hari. Untuk mengurangi kepadatan antrean dalam penyekatan, KAI Commuter menghimbau para pengguna jika masih harus naik KRL di masa PPKM darurat ini dapat melakukan perjalanan di luar jam sibuk, gunakan aplikasi KRL Access untuk memantau kepadatan di stasiun secara berkala.

Di masa PPKM Darurat ini juga, KAI Commuter menambah aturan-aturan tambahan tambahan sebagai upaya untuk memaksimalkan perlindungan bagi sesama pengguna maupun terhadap petugas,dalam menggunakan KRL. Salah satunya mewajibkan semua orang yang memasuki area stasiun dan yang akan menggunakan KRL memakai masker ganda atau masker dengan jenis N95, KN95, atau KF94. KAI Commuter juga tetap melanjutkan tes acak antigen kepada calon pengguna KRL di sejumlah stasiun.

KAI Commuter mengajak seluruh pihak untuk mematuhi dan mengikuti pelaksanaan PPKM Darurat. KRL sebagai transportasi publik tetap hadir hanya untuk melayani kebutuhan yang sifatnya mendesak.


"Ketaatan terhadap aturan bekerja dari rumah dapat mengurangi potensi kepadatan di dalam perjalanan KRL serta menghindari penularan Covid-19 untuk menjaga kesehatan masyarakat khususnya para pengguna dan petugas KRL," pungkasnya.




 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Survei: Masyarakat Tak Puas dengan PPKM

Indonesia Political Opinion (IPO) melakukan survei kepada publik tentang kebijakan PPKM (Pemberla