https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   14 July 2021 - 08:09 wib

Peneliti: Izin Impor Otomatis Cegah Krisis Pangan

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Indra Setiawan berpandangan, mekanisme perizinan otomatis merupakan salah satu opsi mencegah potensi krisis pangan di Tanah Air.

"Sistem ini memfasilitasi impor dengan mengizinkan importir untuk mengimpor kapan saja tanpa harus bergantung pada keputusan pemerintah. Walaupun demikian, penggunaan sistem ini bukan berarti produk impor akan segera membanjiri pasar domestik dan sepenuhnya menggantikan produksi pertanian dalam negeri," kata Indra Setiawan dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (14/7/2021).

Ia menilai, selama ini, keputusan-keputusan strategis dalam kebijakan perdagangan pangan selalu diputuskan lewat rapat koordinasi terbatas antar-kementerian dan juga berbagai persyaratan yang menghabiskan waktu sehingga tidak efektif dan efisien.

Untuk itu, ujar dia, sistem perizinan impor otomatis dapat mempersingkat proses tadi menciptakan ekosistem perdagangan yang lebih sehat dan kompetitif.

Selain itu, Indra berpendapat bahwa beragam regulasi yang ada membuat impor pangan kerap kali kehilangan momentum yang tepat, yaitu saat harga di pasar internasional sedang murah. "Sederet regulasi ini juga tidak cukup cepat merespon adanya kenaikan harga di pasar. Akhirnya saat komoditas yang diimpor memasuki pasar Indonesia, keberadaan-nya tidak cukup sukses untuk menstabilkan harga di pasar yang sudah terlanjur tinggi yang pada akhirnya akan memengaruhi konsumsi masyarakat," ucap-nya.

Indra menjelaskan, implementasi sistem perizinan impor otomatis memberikan kesempatan kepada semua importir terdaftar untuk mengimpor. Sistem ini, masih menurut dia, juga efisien karena dapat mengurangi berbagai penundaan akibat proses birokrasi dan menghilangkan peluang korupsi.

Sistem perizinan impor otomatis, lanjutnya, tidak menghapus persyaratan yang diperlukan yang menjamin kualitas dan keamanan pangan atau ukuran teknis yang menjamin standar. "Sistem perizinan impor otomatis diharapkan dapat membuat produsen yang kurang efisien untuk meningkatkan produktivitas-nya," tutur Indra.

Indra menyatakan, untuk mencapai ketahanan pangan, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan lahan pertanian karena semakin berkurangnya jumlah petani dan semakin berkurangnya lahan pertanian. Perdagangan internasional dinilai juga dapat dijadikan pilihan untuk memastikan ketersediaan komoditas pangan di pasar. [tar]

 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Viral

Singapura dan Thailand Selesaikan RCEP, Mendag Lutfi Dorong Negara Lain

Upaya mendorong kerja sama perdagangan di kawasan ASEAN, melalui ratifikasi Kemitraan Ekonomi Kom
berita-headline

Viral

Ekonomi RI Diselamatkan Supercycle, Mendag Lutfi Sudah Duga Sejak April

Perlahan tapi pasti, pergerakan perekonomian nasional terus menuju arah yang positif. Seiring mem
berita-headline

Viral

Erick Thohir Jamin Mendag Lutfi Bukan Sosok yang Suka Impor

Sejak awal, Presiden Joko Widodo mewanti-wanti para menteri untuk mengurangi ketergantungan terha
berita-headline

Viral

Mendag Lutfi Perjuangkan Produk Indonesia Kuasai Pasar Mitra ASEAN

Terkait perdagangan dunia, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi punya mimpi besar. Produk
berita-headline

Viral

Pulihan Ekonomi Sesuai Arahan Presiden Jokowi, Mendag Lutfi Perjuangkan 3 Perjanjian Dagang di DPR

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi bersama Komisi VI DPR tengah menggodok tiga kerja sama d