https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   15 July 2021 - 03:15 wib

Alasan Unyil Pecahin Kaca Ambulans Pasien Covid-19

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Bantul - Seorang pria berinisial  IZ (28), diketahui sebagai pelaku perusakan mobil ambulans yang sedang membawa pasien terindikasi COVID-19 saat melintas di wilayah Jalan Piyungan-Prambanan, Kabupaten Bantul.

Kepala Polres Bantul AKBP Ihsan, mengatakan pelaku diamankan petugas satreskrim pada Selasa (13/7) pukul 19.30 WIB, setelah sebelumnya dilaporkan melakukan perusakan ambulans pada hari yang sama sekitar pukul 17.45 WIB.

"IZ alias Unyil (28), warga Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul, sedangkan pelapor merupakan pengendara ambulans milik relawan SAR DIY yang saat itu sedang membawa pasien terindikasi terpapar COVID-19," kata Ihsan, Rabu (14/7/2021).

Kepada petugas, pelaku mengakui melempar helm miliknya ke kaca belakang mobil ambulans, sehingga mengalami pecah, karena alasan kesal dengan sirine ambulans yang diduga pelaku tidak sedang membawa pasien.

"Alasan tersangka melakukan itu, karena kesal terhadap sirine dan klakson ambulans yang seakan-akan membuat tersangka terburu-buru, dan tersangka menyakini jika ambulans tidak sedang membawa pasien, sehingga sempat terjadi cekcok antara tersangka dan pengemudi ambulans," katanya.

Menurut dia, kejadian tersebut bermula pada Selasa (13/7), sekitar pukul 17.45 WIB, saat pelapor mengendarai ambulans bersama saksi membawa pasien melintas di Jalan Wonosari dari barat ke timur, sesampainya di depan Polsek Piyungan, ambulans disalip sepeda motor berboncengan dan berjalan zig zag di depan ambulans.

Setelah kedua kendaraan belok ke arah Jalan Piyungan-Prambanan, pelaku berhenti di as jalan, kemudian pelapor mempertanyakan alasan pesepeda motor berhenti yang membuat perjalanan ambulans terhambat, akan tetapi terjadi cekcok dan ancaman dari pelaku.

Kemudian, saat ambulans hendak melanjutkan perjalanan, tiba-tiba dari arah belakang terdengar suara keras yang diketahui kaca belakang pecah, sehingga atas kejadian tersebut pelapor melaporkannya ke Polres Bantul untuk proses hukum.

Pelaku dijerat Pasal 406 KUHP, yaitu barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusak atau menghilangkan barang sesuatu yang bukan miliknya diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. [tar]

 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan