https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   15 July 2021 - 08:00 wib

Kronologi Ibu Hamil Meninggal Gegara RS Penuh

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Gresik - Mazrotul Afiro (31) seorang ibu hamil (Bumil) yang sempat kritis, dan kehilangan bayinya akibat rumah sakit penuh karena menangani pasien Covid-19 akhirnya menyusul buah hatinya. Perempuan asal Desa Gredek, Kecamatan Duduksampeyan, Gresik itu dinyatakan meninggal dunia.

Sebelum meninggal, Mazrotul Afiro yang mengandung bayinya tujuh bulan sudah menjalani tes swab antigen. Namun, saturasi oksigen dalam darahnya hanya di angka 40. Padahal, sesuai petunjuk medis normalnya 90-100. Hasil swab antigen tersebut juga reaktif.


Karena tak kunjung dapat rumah sakit, Firoh sapaan sehari-harinya memutuskan pulang ke rumah di Desa Gredek, Duduksampeyan. Dengan perawatan seadanya, Firoh juga dipasang oksigen di kediamannya itu.

Barulah Senin (12/7/2021) sekitar pukul pukul 18:00 WIB Firoh mendapatkan rumah sakit. Tapi, membawa tempat tidur sendiri yang disiapkan oleh bidan desa.Akan tetapi, di rumah sakit, bayi dalam kandungannya dinyatakan meninggal pada Selasa siang.

Saat masuk rumah sakit, kondisi Firoh kritis. Tidak lama, selang beberapa jam kemudian, Firoh juga dikabarkan meninggal. Kondisi ini membuat Kepala Desa Gredek Muhammad Bahrul Ghofar yang sebelumnya ikut mencarikan rumah sakit buat warganya sangat terpukul.

Pasalnya, dirinya sudah bersusah payah membawa ke rumah sakit agar bisa diselamatkan. “Sekitar Selasa siang bayi dalam kandungan dikabarkan meninggal. Kemudian malamnya ibunya menyusul, karena memang kondisinya kritis,” ujar Ghofar.

Ghofar menceritakan perjuangan dirinya dan warga lainnya mendapatkan rumah sakit agar warganya tertangani dengan baik. Bersama warga lainnya mondar-mandir ke beberapa rumah sakit di Gresik. Setiap rumah sakit menjawab ruangan ICU penuh karena buat menangani pasien Covid-19.

Kondisi tersebut berbanding dengan Firoh yang terus drop. Sebab, pasien itu butuh asupan oksigen dan penanganan medis. Saat itu saturasi oksigen dalam darahnya sudah di angka 40. Padahal, normalnya di angka 90-100.

Karena tak dapat ruangan di rumah sakit, dia akhirnya membawa kembali pulang untuk dirawat sendiri. “Saya juga membelikan tiga tabung sekaligus supaya dapat pertolongan pertama,” ujar Ghofar.

Selang beberapa jam kemudian, Ghofar dihubungi salah satu staf puskesmas setempat, mengabarkan bahwa ruangan rumah sakit masih tersedia. Mendengar kabar itu, dirinya akhirnya memboyong warganya yang tengah sakit itu ke RSUD Ibnu Sina Gresik.


Sesampai di sana, ternyata pasien ini tidak dapat perawatan langsung. Sebab, rumah sakit sedang penuh sesak karena tingginya angka pasien Covid-19. Tak berselang lama, pihak rumah sakit mengabarkan jika anak dalam kandungan Firoh tidak bisa selamat, yakni meninggal dalam kandungan.

Kemudian Rabu dini hari pukul 00.30 WIB, sang ibu menyusul buah hatinya. Bayi yang meninggal dalam kandungan itu juga belum sempat dikeluarkan. Mendengar kabar itu, Ghofar sedih. Dia meyayangkan tidak ada prioritas sama sekali terhadap ibu hamil.

“Saya berharap kalau ada kejadian seperti ini lagi, tolong dahulukan. Ini menyangkut dua nyawa, ibu hamil dan anak dalam kandungan,” ungkapnya.

Jenazah Firoh dibawa ke pemakaman Desa Gredek. Sebelum jenazah dibawa ke area pemakaman, warga sempat melakukan salat jenazah. [beritajatim]


 

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

Tidak Ada Berita yang Relevan