https://dev-alb-jkt.lifepod.id/dmp?nw=SSP&clientId=imUQagXzHv

berita   15 July 2021 - 19:12 wib

Proses Produksi BetonSIG Terbukti Ramah Lingkungan

berita-profile

Inilah

0

0

INILAHCOM, Jakarta - Tiga Batching Plant milik PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih sertifikat Ekolabel Swadeklarasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Ketiganya Batching Plant yang berprestasi ini, berada di Serpong, Tangerang Selatan; Pulo Gadung, Jakarta Timur, dan Tuban, Jawa Timur.
Program sertifikasi Ekolabel Swadeklarasi yang diterima pada Kamis (8/7/2021) ini merupakan inisiatif dari strategi pilar SIG “Industry Greenification” dan menjadi yang pertama di Indonesia.

Informasi saja, Ekolabel Swadeklarasi merupakan program yang dikembangkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), merujuk kepada model Ekolabel Tipe II sebagai sarana penyampaian informasi kepada konsumen mengenai aspek lingkungan dari suatu produk yang dibuat oleh produsen, importir, distributor, pengecer atau pihak lain yang  memperoleh manfaat.

Direktur Marketing dan Supply Chain SIG, Adi Munandir mengatakan, dengan diraihnya sertifikat Ekolabel Swadeklarasi ini menunjukkan komitmen dan kepedulian SIG terhadap kelestarian lingkungan.

Perseroan memiliki program green concrete dengan melakukan pengembangan beton ramah lingkungan oleh research center SIG yang melakukan kolaborasi dengan institusi untuk melakukan riset serta membuat prototyping, mock up dengan anak usaha beton dalam pengembangannya.

Lebih lanjut, Adi Munandir menyampaikan bahwa batching plant SIG memiliki skema produksi dengan standar beton ramah lingkungan yang mampu mengurangi penggunaan sumber daya alam, serta mengurangi jumlah limbah produksi dengan menggunakan material substitusi sebanyak 30% dan air daur ulang sebanyak 25%. “Semua produk beton yang keluar dari batching plant SIG memiliki standardisasi kualitas yang terjaga,” katanya.

Selain itu, SIG turut mendukung program pemerintah yang berkomitmen untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 26% pada 2020, dan 29% pada 2030. Selain itu, SIG turut andil dalam mengembangkan pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia, sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 02/PRT/M/2015 tentang Bangunan Gedung Hijau untuk pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang bersumber dari bangunan gedung.

“SIG akan terus berinovasi dan memberikan solusi untuk semua kebutuhan pembangunan negeri, tentunya secara bersamaan juga turut menjaga lingkungan, sesuai dengan komitmen perusahaan. Dengan penciptaan standar ini, harapannya kedepan akan ada banyak perusahaan yang mengikuti langkah kami dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Indonesia,” ungkap Adi Munandir. [tar]

Komentar (0)

komentar terkini

Belum Ada Komentar

Berita Terkait

berita-headline

Inersia

Rumah Oksigen Gotong Royong Sebagai Fasilitas Isolasi Terpusat

Rumah Oksigen Gotong Royong yang berada di kawasan Pulogadung, Jakarta Timur, sekarang bisa diman
berita-headline

Empati

Bantu Pasien Covid-19 Miliki Tabung Oksigen

Meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia saat ini menimbulkan dampak cukup serius.Kasus ba
berita-headline

Viral

Jelang World Superbike, Polda NTB Percepat Sebaran Vaksinasi di Kawasan Wisata

Sekitar 5.000 masyarakat tercatat sebagai sasaran kegiatan Serbuan Vaksin Nusantara Nawahasta Aka
berita-headline

Kanal

Terima Donasi Konsentrator Oksigen, Sejumlah RS di Jateng-DIY Siap Hadapi Varian Baru COVID-19

Sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) me
berita-headline

Inersia

Lima Cara Simpan Oksigen di Rumah

Tabung oksigen menjadi primadona saat kasus covid-19 naik Juni-Juli 2021. Hal ini karena adanya v