Kamrussamad Gerindra:

Jangan Tunggu Korban 5.000/Hari, Lanjutkan PPKM

IN
Oleh inilahcom
Senin 19 Juli 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Masih tingginya penambahan kasus COVID-19 di Indonesia, memang bikin miris. Apalagi, korban meninggal rata-rata seribu orang per hari.

Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad mengkhawatirkan potensi lonjakan korban meninggal akibat terpapar COVID-19, menjadi 5 ribu orang par hari. Untuk itu, pemerintah jangan bimbang ataupun ragu untuk memperpanjang dan memperluas cakupan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat. "Kami memberikan dorongan agar Pemerintah melanjutkan dan Memperluas PPKM Darurat sampai 17 Agustus 2021," tuturnya, Minggu (18/7/2021).

Masih kata Kamrussamad, saat peringatan Kemerdekaan Indonesia ke-76 tahun, pemerintah harus sudah merealisasikan vaksinasi untuk rakyat 70%, tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) kembali ke posisi 70%. "Dan, layanan medis rakyat isolasi mandiri (Isoman) terjangkau 70% berupa paket bantuan obat gratis dan paket sembako," tuturnya.

Lalu bagaimana dengan nasib UMKM atawa pengusaha atau pedagang kecil yang terimbas PPKM Darurat? Tentunya, kata Kamrussamad, pemerintah harus hadir membantu sektor tersebut. "Perpanjangan (PPKM Darurat), tentunya harus diikuti dengan kebijakan fiskal yang lebih pro rakyat. Misalnya, bantuan tunai untuk pedagang pasar, warung tegal, warung kopi, tukang tambal ban, bengkel, buruh dan pekerja kecil lainnya," ungkap anak buah Prabowo ini.

Kamrusamad mendukung upaya percepatan program vaksinasi dengan melibatkan Polri, TNI, dan BIN. Alasannya, masayarakat merasa lebih terjamin dan terlindungi secara psikologi.

Jika ternyata PPKM Darurat tidak diperpanjang? Kamrussamad mengkahwatirkan itu tadi, korban meninggal akibat terpapar COVID-19 tembus 5.000 per hari. "Jika PPKM Darurat tidak diperpanjang, bisa fatal. Saat ini, vaksinasi baru 30%, tingkat hunian RS rujukan masih 120%, RS Darurat terjadi antrian di mana-mana, jutaan warga yang Isoman masih belum terjangkau layanan medis yang mumpuni," tuturnya.

"Hal ini akan sangat berbahaya dan berpotensi meningkatkan angka kematian akibat COVID-10 menjadi 5.000 orang per hari. Semuanya karena tidak terjangkau layanan medis yang mumpuni," pungkas anggota DPR dari Daerah Pemilihan (Dapil) DKI Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu) itu. [ipe]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA