Kamrussamad dan BI Bikin Buku LeParle Covidnomics

IN
Oleh inilahcom
Kamis 22 Juli 2021
share
 

INILAHCOM, Jakarta - Di balik pandemi COVID-19, melahirkan sejumlah pahlawan anggaran, baik di parlemen maupun pemerintahan. Lantaran, banyak anggaran untuk pemulihan ekonomi yang harus dilahirkan cepat.

Dan, buku bertajuk LeParle Covidnomics karya Anggota Komisi XI DPR asal Fraksi Partai Gerindra, Kamrussamad, menceritakan perjuangan dalam merumuskan kebijakan keuangan negara dan industri keuangan, mengatasi krisis ekonomi dampak pandemi COVID-19.

Dalam peluncuran dan bedah buku Le'Parle Covidnomics secara virtual, Kamis (22/7/2021), Kamrussamad membeberkan sedikit cerita. Berawal dari kegelisahan mencari referensi tentang flue Spanyol 1918 yang sulit ditemukan, pada awal Maret 2020.

Selanjutnya, pencetus KAHMIPreneur ini, menginisiasi hadirnya buku inspiratif yang mengulas terkait Perumusan Kebijakan moneter, Fiskal, mikroprudensial yang tepat dalam menghadapi dampak pandemi COVID-19. "Ada tiga sudut pandang dalam kompilasi pemikiran buku ini yaitu, pengamat, birokrat dan politisi," ungkapnya.

Kamrussamad selaku penulis buku LeParle Covidnomics menegaskan, ada sejumlah orang yang berpikir keras dalam menanggulangi pandemi COVID-19 di Indonesia. "Jadi, saya berusaha merekam kembali pemikiran dan tindakan brilian yang lahir di zaman pandemi COVID-19 dari para tokoh-tokoh dalam buku ini. Inilah sejarah peradaban manusia zaman pandemi COVID-19," paparnya.

Buku ini, kata dia, menjawab keterbatasan referensi peristiwa Flue Spanyol 1918. Diharapkan, ke depan, tersedia literasi bagi generasi milenial Indonesia. Sekaligus menjadi panduan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi di masa depan.

Bersinergi dengan Bank Indonesia Institute, Kamrussamad dan Kompas Gramedia selaku penerbit, mengulas mulai awal asuknya virus Corona ke Indonesia. Termasuk adanya pulau khusus untuk perawatan pasien COVID-19 yakni Pulau Natuna.

"Dalam buku ini dijelaskan juga, untuk mengatasi dampak negatif di bidang kesehatan dan ekonomi, pemerintah telah menempuh berbagai hal," tuturnya.

Salah satu langkah terobosan penting yang ditempuh pemerintah, lanjut Kamrussamad, adalah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), atau dalam Rangka Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional dan Stabilitas Sistem Keuangan.

Selain itu, kata anak buah Prabowo ini, buku ini mengulan dampak ekonomi dari pandemi COVID-19, tidak hanya dirasakan Indonesia, namun juga banyak negara di dunia. Bahkan, virus ini pernah diremehkan di Brasil dan sejumlah negara lainnya. "Semuanya diceritakan dalam buku setebal 220 halaman ini. Jadi akan banyak masyarakat dunia yang meremehkan virus ini pada awalnya, hingga akhirnya berdampak pada keseimbangan ekonomi," tegasnya.

Dalam buku ini juga dilahirkan pemikiran bagaimana menghadapi pandemik khususnya pemulihan ekonomi. Bahkan penulis juga menegaskan, ada beberapa negara yang berhasil mengatasi pandemik hingga ekonominya juga sudah mulai stabil.

Dalam buku ini juga dituliskan bagaimana menghadapi dan keluar dari krisis ekonomi yang melanda. Mulai dari penyelamatan dunia pariwisata, mengamankan sektor ril dan daya beli, hingga bagaimana mengurangi rumah tangga miskin.

Hadir dalam acara ini, Anggota Komisi XI DPR asal Partai Golkar, Putri Anetta Komaruddin; Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno; Deputi Gubenur Bank Indonesia (BI), Doni Joewono; Kepala BI Institute, Solikhin Jahro; Erwin Haryono, Kepala Departemen Komunikasi BI; GenBI, Dosen, akademisi serta Pelaku usaha. Total jenderal pesertanya 712 orang dari seluruh Indonesia, termasuk Perwakilan BI New York. [tar]

# TAG

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA